Arus Mudik 2026, PT Pelni Jakarta Prediksi Penumpang Naik 6–7 Persen


 Arus Mudik 2026, PT Pelni Jakarta Prediksi Penumpang Naik 6–7 Persen Ilustrasi - Calon penumpang kapal laut menunggu waktu keberangkatan di Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (27/1/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – PT Pelni Cabang Jakarta memperkirakan jumlah penumpang yang memanfaatkan layanan kapal laut dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, ke berbagai pelabuhan di Indonesia meningkat saat arus mudik Lebaran 2026 dibanding tahun lalu.

Kami prediksi ada kenaikan jumlah penumpang mencapai enam persen hingga tujuh persen atau di angka 49.100 penumpang,” kata Kepala Cabang PT Pelni Jakarta Antonius Lumban Gaol di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Kenaikan ini menurut Antonius dipicu oleh program subsidi pemerintah berupa potongan harga tiket hingga 30 persen. “Ini akan menarik jumlah penumpang yang akan berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok,” tambahnya.

Pelni memastikan seluruh tiket keberangkatan dapat dibeli secara daring, sehingga meminimalkan risiko praktik calo. “Semua layanan di sini transparan dan tidak ada praktik-praktik kotor itu,” tegas Antonius.

Untuk memastikan keamanan dan kelancaran, Pelni menyiapkan 20 personel di area debarkasi terminal penumpang, 14 petugas pengamanan, serta 14 personel TNI AL. Selain itu, kerja sama dengan KSOP, Pelindo, dan kepolisian turut memperkuat pengawasan kapal dan fasilitas penumpang.

“Kami bersinergi mewujudkan pelayanan maksimal bagi penumpang di momentum arus mudik dan arus balik ini,” ujar Antonius.

Melalui laman resmi Pelni, tiket penumpang kelas ekonomi dari Tanjung Priok menuju Pelabuhan Ambon pada Jumat, 20 Maret 2026 dibanderol Rp580.900, lebih rendah dari harga normal Rp808.000. Penumpang akan menaiki KM Labobar dan menempuh perjalanan sekitar empat hari 15 jam.

Program subsidi dan kemudahan pembelian daring diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat menggunakan kapal laut, sekaligus memastikan mudik Lebaran 2026 berjalan aman dan nyaman.


Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru