Harga Bensin di Jepang Naik akibat Perang Iran, Diprediksi Tembus 180 Yen per Liter


 Harga Bensin di Jepang Naik akibat Perang Iran, Diprediksi Tembus 180 Yen per Liter Arsip footo- Bendera nasional Jepang terlihat di depan sebuah gedung. ANTARA/Anadolu/aa.

TOKYO, ARAHKITA.COM – Konflik geopolitik di Timur Tengah mulai terasa dampaknya hingga Jepang. Harga rata-rata bensin di negeri tersebut dilaporkan terus mengalami kenaikan seiring melonjaknya harga minyak mentah global akibat perang di Iran.

Data terbaru pemerintah Jepang menunjukkan harga rata-rata bensin kini mencapai 161,80 yen per liter atau sekitar Rp17.230. Angka ini meningkat 3,30 yen dibandingkan harga pada awal Maret.

Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang pada Rabu (11/3/2026) menyebutkan bahwa kenaikan harga bensin sudah terjadi empat pekan berturut-turut. Tren kenaikan ini bahkan sudah dimulai sebelum serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari yang kemudian mendorong harga minyak dunia melonjak lebih tinggi.

Situasi geopolitik yang belum mereda membuat tekanan terhadap harga energi diperkirakan masih berlanjut.

Menurut Pusat Informasi Minyak Jepang, harga bensin berpotensi melonjak hingga sekitar 20 yen lagi pada pekan depan, sehingga dapat mendekati 180 yen per liter.

Jika prediksi tersebut terjadi, masyarakat Jepang harus bersiap menghadapi harga bahan bakar yang jauh lebih tinggi dibandingkan awal tahun ini dikutip dari Antara.

Kenaikan harga energi juga menjadi tantangan bagi pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang saat ini tengah berupaya menahan laju inflasi nasional.

Sebelumnya, harga bensin sempat turun setelah pemerintah mengakhiri kebijakan pajak bensin sementara pada Desember lalu. Penurunan itu membuat harga bahan bakar sempat mencapai 154,70 yen per liter pada pertengahan Januari, level terendah dalam sekitar empat setengah tahun.

Penurunan harga energi saat itu bahkan membantu menekan inflasi Jepang hingga 2,0 persen, angka terendah dalam dua tahun terakhir.

Namun kondisi global yang berubah cepat kini kembali menekan pasar energi. Selain bensin, harga solar dan minyak tanah juga dilaporkan ikut naik di berbagai wilayah Jepang pada awal pekan ini.

Jika ketegangan di Timur Tengah terus berlanjut, para analis memperkirakan tekanan harga energi global masih akan berlanjut, yang berpotensi memengaruhi biaya hidup masyarakat Jepang dalam beberapa bulan ke depan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru