Pasar Eropa Diprediksi Anjlok, Harga Minyak Melonjak akibat Gejolak Timur Tengah


 Pasar Eropa Diprediksi Anjlok, Harga Minyak Melonjak akibat Gejolak Timur Tengah Ilustrasi - Pasar Eropa diprediksi anjlok, harga minyak melonjak akibat gejolak Timur Tengah. (ChatGPT AI)

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Bursa saham Eropa diperkirakan memulai pekan perdagangan dengan tekanan cukup besar. Kekhawatiran investor meningkat setelah harga minyak dunia melonjak tajam di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.

Menurut laporan yang dikutip dari CNBC, pasar saham di kawasan Eropa diproyeksikan bergerak melemah karena para pelaku pasar mencermati dampak konflik kawasan terhadap pasokan energi global.

Sejumlah indeks utama diprediksi mengalami penurunan pada pembukaan perdagangan. Indeks FTSE Inggris diperkirakan turun sekitar 0,9 persen. Sementara itu, DAX Jerman diproyeksikan melemah sekitar 2,3 persen dan CAC 40 Prancis bahkan diperkirakan turun hingga 2,67 persen. Di Italia, indeks FTSE MIB juga diprediksi merosot sekitar 2,7 persen, berdasarkan data pasar dari IG.

Harga Minyak Melonjak TajamKekhawatiran investor semakin besar setelah harga minyak dunia melonjak hingga melampaui 110 dolar AS per barel, level tertinggi sejak tahun 2022 saat Rusia menginvasi Ukraina.Lonjakan harga ini dipicu oleh keputusan sejumlah produsen minyak utama di Timur Tengah—termasuk Kuwait, Iran, dan Uni Emirat Arab—yang memangkas produksi minyak setelah penutupan jalur strategis Selat Hormuz.Selat tersebut merupakan salah satu jalur pengiriman minyak paling vital di dunia. Gangguan di wilayah ini langsung memicu kekhawatiran pasar global terkait stabilitas pasokan energi.

Pernyataan Trump dan Ketegangan Geopolitik

Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan yang memicu perhatian pasar. Dalam unggahan di platform Truth Social pada Minggu, ia mengatakan bahwa kenaikan harga minyak jangka pendek merupakan harga yang kecil untuk dibayar demi menghentikan ancaman nuklir Iran.

Pernyataan tersebut menambah ketegangan geopolitik yang sudah tinggi dan semakin memicu ketidakpastian di pasar keuangan global.

Dampak ke Pasar Global

Efek dari situasi ini sudah terasa di berbagai kawasan. Pasar saham Asia tercatat mengalami penurunan tajam pada perdagangan sebelumnya. Sementara itu, indeks saham berjangka Amerika Serikat juga melemah di awal pekan.

Investor khawatir lonjakan harga energi dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global, termasuk di Amerika Serikat, karena biaya produksi dan transportasi berpotensi meningkat signifikan.

Selain itu, laporan dari sejumlah kantor berita internasional juga menyebutkan bahwa Iran telah menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi yang baru, menggantikan kepemimpinan sebelumnya. Perkembangan politik ini turut menambah dinamika baru dalam situasi geopolitik kawasan.

Dampak ke Pasar Global

Efek dari situasi ini sudah terasa di berbagai kawasan. Pasar saham Asia tercatat mengalami penurunan tajam pada perdagangan sebelumnya. Sementara itu, indeks saham berjangka Amerika Serikat juga melemah di awal pekan.

Investor khawatir lonjakan harga energi dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global, termasuk di Amerika Serikat, karena biaya produksi dan transportasi berpotensi meningkat signifikan.

Selain itu, laporan dari sejumlah kantor berita internasional juga menyebutkan bahwa Iran telah menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi yang baru, menggantikan kepemimpinan sebelumnya. Perkembangan politik ini turut menambah dinamika baru dalam situasi geopolitik kawasan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru