Loading
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon (paling kiri) dalam agenda Konferensi Pers Terkait Kick Off Asian-Oceanian Computing Industry Organization (ASOCIO) Digital Summit 2026 di Jakarta, Jumat (6/3/2026). ANTARA/HO- (Muhammad Baqir Idrus Alatas)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Perkembangan teknologi digital kini bukan lagi sekadar tren, tetapi telah menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi banyak negara. Pemerintah Indonesia menilai Artificial Intelligence (AI) akan memainkan peran besar sebagai mesin baru yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian Ali Murtopo Simbolon mengatakan, saat ini sektor digital terbukti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sebuah negara melampaui pola pertumbuhan konvensional.
Menurutnya, AI menjadi faktor utama yang mempercepat transformasi tersebut.
Baca juga:
NUS Innovation Forum Jakarta Dorong Kolaborasi AI dan Ekonomi Digital antara Singapura–Indonesia“Pertumbuhan sebuah negara sekarang bisa meningkat lebih tinggi dari biasanya hanya dari sektor digital, dan AI adalah faktor pendorongnya,” ujar Ali dalam konferensi pers terkait Kick Off ASOCIO Digital Summit 2026 di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).
AI Jadi Pilar Mesin Ekonomi Baru
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 7 hingga 8 persen dalam beberapa tahun ke depan. Target ini akan dicapai melalui strategi new economic engine atau mesin ekonomi baru yang bertumpu pada tiga sektor utama:
Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.
Baca juga:
Prabowo Dorong ASEAN dan Korea Selatan Perkuat Kemitraan Digital Menuju Masa Depan Ekonomi InklusifEkonomi Digital Indonesia Terus Tumbuh
Saat ini, ekonomi digital Indonesia menunjukkan perkembangan yang sangat pesat di kawasan ASEAN. Salah satu indikatornya adalah tingginya tingkat penetrasi internet.
Pada 2025, tingkat penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 80,66 persen, atau sekitar 223 juta pengguna.Angka tersebut menjadi modal besar bagi pengembangan ekosistem digital, termasuk pemanfaatan teknologi AI di berbagai sektor.
Selain itu, potensi ekonomi digital ASEAN juga diperkirakan akan meningkat tajam. Nilainya diproyeksikan naik dari 1 triliun dolar AS menjadi 2 triliun dolar AS pada tahun 2030.
Karena itu, pemerintah menegaskan Indonesia harus mampu mengambil peran lebih besar dalam ekosistem digital regional.
“Indonesia harus menjadi produsen, bukan hanya penonton atau konsumen,” kata Ali.
AI Masuk ke Dunia Pendidikan dan Kesehatan
Pemanfaatan AI di Indonesia juga mulai diterapkan di berbagai sektor strategis. Di bidang pendidikan, Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan penggunaan interactive flat panel (IFP) atau smartboard di sekolah. Teknologi ini dinilai sebagai bagian dari konsep AI for education yang dapat membantu meningkatkan kualitas dan pemerataan pembelajaran.
Sementara itu, di sektor kesehatan, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga mulai mendorong penggunaan berbagai aplikasi dan perangkat berbasis AI untuk meningkatkan layanan medis.
Di sisi lain, pemerintah juga berupaya mendorong inovasi dari kalangan anak muda. Melalui Kementerian Ekonomi Kreatif, berbagai program seperti AI Open Innovation Challenge dan hackathon digelar untuk memperkuat ekosistem inovasi teknologi di Indonesia.
“Kebermanfaatan AI ini harus kita capai untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen,” jelas Ali dikutip dari Antara.
Indonesia Tuan Rumah Diskusi AI Asia-Pasifik
Dalam kesempatan yang sama, Ali juga menyampaikan dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan ASOCIO Digital Summit 2026.
Forum ini akan mempertemukan perwakilan dari 24 negara untuk membahas perkembangan teknologi digital, khususnya AI.Rencananya, konferensi tersebut akan berlangsung pada 29–31 Juli 2026 di Indonesia.
Menurut Ali, pertemuan internasional ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi pengembangan AI di Indonesia.
“Sebagai tuan rumah, kita harus memastikan konferensi ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi pembangunan ekosistem AI nasional ke depan,” ujarnya.