UMKM Camilan Sehat RI Tembus Dubai, Transaksi Awal Tembus Rp178 Juta


 UMKM Camilan Sehat RI Tembus Dubai, Transaksi Awal Tembus Rp178 Juta Produk camilan sehat Indonesia yang dalam pameran di Dubai, Uni Emirat Arab. (ANTARA/HO-Kemendag)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Produk camilan sehat asal Indonesia mulai mencuri perhatian pasar Timur Tengah. Dua pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) nasional sukses mencatatkan ekspor perdana ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), dengan nilai transaksi mencapai 10.588 dolar AS atau sekitar Rp178,25 juta.

Keberhasilan ini difasilitasi oleh Kementerian Perdagangan melalui Indonesia Trade Promotion Center Dubai, sebagai hasil dari program business matching dan keikutsertaan UMKM dalam pameran dagang internasional.

Kepala ITPC Dubai, Widy Haryono, menyebut capaian tersebut menjadi bukti bahwa strategi promosi produk UMKM Indonesia di kawasan UEA berjalan tepat sasaran. Pendekatan yang dilakukan tidak berhenti pada pertemuan dengan calon pembeli, tetapi dilanjutkan hingga terwujud transaksi nyata dan kontrak dagang berkelanjutan.

Dua UMKM yang berhasil menembus pasar Dubai yakni CV Cahaya Sinar Terang asal Yogyakarta dengan nilai transaksi 5.888 dolar AS (sekitar Rp99,13 juta), serta Hundred Seed dari Bali senilai 4.700 dolar AS atau sekitar Rp79,12 juta. Produk yang diekspor meliputi granola, sereal renyah, hingga aneka kue kering berbasis pangan sehat.

Widy menegaskan, kesiapan produk menjadi kunci utama menembus pasar internasional. Mulai dari mutu, kepatuhan terhadap regulasi global, hingga kemasan dan pelabelan yang sesuai standar negara tujuan. “Aspek teknis ini adalah modal penting bagi UMKM agar bisa bersaing di pasar UEA,” ujarnya.

Melihat tren pasar, permintaan terhadap produk pangan olahan sehat di UEA terus menunjukkan peningkatan. Karena itu, Kemendag bersama ITPC Dubai berkomitmen membuka akses pasar yang lebih luas, tidak hanya untuk produk makanan sehat, tetapi juga berbagai produk unggulan UMKM lainnya.

Dari sisi kinerja perdagangan, hubungan dagang Indonesia–UEA juga menunjukkan tren positif. Pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai 6,44 miliar dolar AS, dengan ekspor Indonesia sebesar 4,03 miliar dolar AS dan impor 2,41 miliar dolar AS, sehingga Indonesia mencatat surplus 1,62 miliar dolar AS. Angka ini meningkat dibanding 2024 yang mencatat total perdagangan 5,07 miliar dolar AS dengan surplus 1,06 miliar dolar AS.

Capaian UMKM camilan sehat ini menjadi sinyal kuat bahwa produk lokal Indonesia memiliki peluang besar di pasar global—asal dibarengi kesiapan kualitas dan strategi promosi yang tepat.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru