Kurs Rupiah Awal Pekan Naik Tipis, Ini Faktor Pendorongnya


 Kurs Rupiah Awal Pekan Naik Tipis, Ini Faktor Pendorongnya Arsip foto Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Seri

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Senin (16/2/2026) pagi di Jakarta. Mata uang Garuda naik 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp16.831 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp16.836 per dolar AS.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah dipengaruhi oleh data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari ekspektasi pasar.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah setelah data inflasi AS tercatat lebih rendah dari perkiraan,” ujar Lukman di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Inflasi AS Melandai

Berdasarkan data terbaru, inflasi Amerika Serikat naik 0,2 persen secara bulanan (month to month/MoM), lebih rendah dari proyeksi 0,3 persen.

Sementara secara tahunan (year on year/YoY), inflasi turun dari 2,7 persen menjadi 2,4 persen, juga lebih rendah dari perkiraan 2,5 persen.

Menurut Lukman, melandainya inflasi terjadi karena dampak kebijakan tarif sebelumnya mulai berkurang.

“Penurunan inflasi AS antara lain dipengaruhi efek tarif yang mulai menghilang, sehingga tekanan harga tidak sebesar sebelumnya,” jelasnya.

Penguatan Rupiah Diperkirakan Terbatas

Meski mendapat sentimen positif dari eksternal, Lukman mengingatkan bahwa penguatan rupiah kemungkinan tidak terlalu besar. Beberapa faktor domestik masih menjadi perhatian pelaku pasar.

Isu penurunan peringkat kredit, tuntutan peningkatan free float oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI), serta kondisi defisit anggaran dinilai memberi tekanan tersendiri. Selain itu, prospek pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) juga menjadi sentimen yang dicermati investor.

Di sisi lain, pelemahan dolar AS juga tertahan oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang solid. Laporan Non-Farm Payrolls (NFP) sebelumnya menunjukkan hasil lebih kuat dari perkiraan, sehingga membatasi tekanan terhadap dolar.

Dengan berbagai faktor tersebut, rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp16.750 hingga Rp16.900 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru