Loading
Menkeu Purbaya IHSG Akan To The Moon RRIMagdalena Krisnawati
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Kamis pagi (5/2/2026). Penguatan ini terjadi di tengah sikap pelaku pasar yang masih wait and see menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 20,63 poin atau 0,25 persen ke level 8.167,35. Sejalan dengan itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga menguat 2,69 poin atau 0,32 persen ke posisi 835,49.
Pengamat pasar modal Reydi Octa menilai pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih akan fluktuatif.
“IHSG berpotensi bergerak dalam rentang 8.000 hingga 8.300,” ujar Reydi saat dihubungi di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, sentimen utama yang memengaruhi pergerakan IHSG dalam dua hari ke depan adalah perkembangan komunikasi terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI).
“Jika terlihat ada kemajuan dalam dialog dengan MSCI, tekanan volatilitas bisa mereda. Namun jika belum ada kejelasan, tekanan jual masih mungkin berlanjut,” jelasnya.
Selain isu MSCI, pelaku pasar juga menantikan rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS). Konsensus pasar memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5 persen secara tahunan (yoy), sedikit melambat dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 5,3 persen.
Baca juga:
IHSG Kamis Pagi Melemah, Ini PenyebabnyaSementara itu, pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 diproyeksikan mencapai 5,2 persen (yoy) dan 1,9 persen (qoq), lebih baik dibandingkan kuartal III 2025.
Dari sisi regulasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan peningkatan free float saham hingga 15 persen secara bertahap dalam tiga tahun ke depan. Kebijakan ini akan dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan emiten, kondisi pasar, serta daya serap investor.
Sentimen global juga menjadi perhatian pelaku pasar. Dari Eropa, data penjualan ritel Desember 2025 diperkirakan tumbuh 2,3 persen (yoy). Selain itu, pasar menunggu hasil rapat European Central Bank (ECB) yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level 2,15 persen, serta keputusan Bank of England (BoE) yang diproyeksikan menahan suku bunga di 3,75 persen.
Pada perdagangan sebelumnya, Rabu (4/2/2026), bursa Wall Street bergerak bervariasi. Nasdaq turun 1,51 persen, S&P 500 melemah 0,51 persen, sementara Dow Jones justru menguat 0,53 persen. Bursa saham Asia pagi ini juga cenderung melemah, mengikuti sentimen global.