Kamis, 05 Februari 2026

Presiden Prabowo Yakinkan Investor: Ekonomi Indonesia Tangguh di Tengah Gejolak Global


 Presiden Prabowo Yakinkan Investor: Ekonomi Indonesia Tangguh di Tengah Gejolak Global Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (ketiga dari kanan) menghadiri konferensi pers di Wisma Danantara Jakarta, Sabtu (31/1/2026). ANTARA/Imamatul Silfia.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah menegaskan optimisme terhadap kekuatan ekonomi nasional di tengah dinamika pasar global. Pesan itu disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kepada para investor pasar modal, mewakili Presiden Prabowo Subianto.

Airlangga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo ingin memastikan investor, baik domestik maupun internasional, tetap percaya pada fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai kuat dan tangguh. Pemerintah, kata dia, memahami dinamika yang terjadi di pasar keuangan, namun menilai kondisi ekonomi nasional masih berada pada jalur yang solid.

Presiden Prabowo juga menekankan bahwa pemerintah berdiri penuh di belakang pasar keuangan Indonesia. Komitmen untuk membangun iklim investasi yang transparan, adil, dan berdaya saing global terus menjadi prioritas utama agar pasar modal nasional semakin dipercaya.

Pesan tersebut disampaikan di tengah tekanan yang sempat dialami pasar modal domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami koreksi tajam setelah pengumuman review dan rebalancing saham oleh MSCI. IHSG sempat turun signifikan dalam beberapa hari perdagangan, sebelum kembali menunjukkan pergerakan menguat di akhir pekan.

Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah bergerak cepat dengan mengumumkan percepatan penyelesaian regulasi demutualisasi Bursa Efek Indonesia. Langkah ini ditargetkan bisa diproses pada tahun berjalan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pasar modal.

Demutualisasi dinilai penting untuk meningkatkan transparansi, memperbaiki struktur pengelolaan, serta meminimalkan potensi konflik kepentingan di dalam bursa. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan mampu membuka ruang investasi yang lebih luas dan sehat bagi pelaku pasar dikutip Antara.

Tak hanya itu, otoritas terkait bersama Bursa Efek Indonesia juga tengah menyiapkan penyesuaian aturan mengenai batas minimum free float saham. Persentase free float yang sebelumnya berada di angka 7,5 persen akan dinaikkan menjadi 15 persen, dengan target penerapan mulai Februari 2026.

Pemerintah berharap rangkaian kebijakan tersebut dapat meredam sentimen negatif, memperkuat kepercayaan investor, serta mendorong pasar modal Indonesia menjadi semakin kredibel dan kompetitif di tingkat global.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru