Jumat, 30 Januari 2026

​Jaga Rupiah Tetap Stabil, Begini Cara BI Kelola Cadangan Devisa di 2026


 ​Jaga Rupiah Tetap Stabil, Begini Cara BI Kelola Cadangan Devisa di 2026 Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman (tengah) berfoto bersama beberapa pemangku kepentingan pada pembukaan seminar internasional dalam rangkaian Forum Investasi Tahunan (FIT) Bank Indonesia 2026 di Bali, Kamis (29/1/2026). (ANTARA/HO-Bank Indonesia)

​JAKARTA, ARAHKITA.COM - Di tengah kondisi ekonomi dunia yang masih naik-turun, Bank Indonesia (BI) punya jurus jitu untuk menjaga stabilitas nasional. Salah satu langkah kuncinya adalah memperkuat pengelolaan cadangan devisa dengan sangat hati-hati.​

Langkah ini bukan tanpa alasan. BI memantau ketat pergerakan suku bunga global, nilai tukar dolar AS, hingga imbal hasil obligasi pemerintah AS. Tujuannya jelas: agar kepercayaan pasar tetap terjaga dan ekonomi dalam negeri tetap kokoh meski dihantam ketidakpastian.

​Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, menjelaskan bahwa BI kini menerapkan "paradigma baru" dalam mengelola cadangan devisa. Strategi ini bukan sekadar menyimpan dana, tapi juga mendukung transformasi ekonomi melalui nilai tukar yang stabil.

​Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, BI menjalankan lima sinergi strategis, yaitu:

  1. ​Menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
  2. ​Mempercepat hilirisasi industri.
  3. ​Memperkuat ekonomi kerakyatan.
  4. ​Meningkatkan pembiayaan pasar keuangan.
  5. ​Mempercepat digitalisasi ekonomi.

​"Sinergi ini adalah langkah nyata untuk mendorong transformasi ekonomi nasional yang harus terus kita perkuat," ujar Aida di Jakarta dikutip Antara.​

Menariknya, pandangan positif juga datang dari dunia internasional. Global Head of Asset Allocation Invesco, Paul Jackson, menilai ekonomi Indonesia punya daya tahan yang sangat baik. Menurutnya, kunci sukses Indonesia ada pada pengelolaan cadangan devisa yang adaptif dalam menghadapi volatilitas global.

​Hal ini menjadi sorotan utama dalam Forum Investasi Tahunan (FIT) 2026 di Bali. Dalam forum tersebut, Indonesia dipandang sebagai negara dengan prospek investasi yang solid. Bahkan, ada optimisme besar bahwa ekonomi kita akan tumbuh lebih tinggi pada periode 2026-2027.

​Ke depan, BI berkomitmen menggunakan teknologi terbaru untuk memastikan pengelolaan devisa lebih transparan dan efisien. Dengan kerja sama lintas negara yang semakin kuat, Indonesia optimis mampu memitigasi dampak ketidakpastian global dan menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru