Loading
Meta Bikin Wall Street Terpukau, Panen Keuntungan Meski Lakukan Investasi AI Besar-besaran. (Pixabay)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Meta Platforms berhasil memukau Wall Street setelah mencatat kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi, meski perusahaan tengah menggelontorkan miliaran dolar untuk pengembangan kecerdasan buatan dan menghadapi tekanan hukum terkait dugaan kecanduan media sosial.
Dalam laporan keuangan kuartal keempat 2025 yang dirilis Rabu, Meta membukukan pendapatan sebesar 59,89 miliar dolar AS, melampaui proyeksi analis yang berada di angka 58,59 miliar dolar. Laba per saham perusahaan juga tercatat 8,88 dolar AS, lebih tinggi dari estimasi Wall Street sebesar 8,23 dolar. Kinerja tersebut langsung disambut positif pasar, dengan saham Meta melonjak hampir 10 persen dalam perdagangan setelah jam bursa.
Pendiri sekaligus CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyebut 2025 sebagai tahun dengan performa bisnis yang kuat. Ia menegaskan ambisi perusahaan untuk terus mengembangkan kecerdasan buatan yang lebih personal dan canggih pada tahun-tahun mendatang.
Laporan ini, dilansir The Guardian, muncul di tengah ekspansi besar-besaran Meta dalam investasi infrastruktur AI. Perusahaan telah mengalokasikan dana miliaran dolar untuk membangun pusat data dan memperkuat jaringan komputasi. Salah satu langkah terbarunya adalah kesepakatan senilai hingga 6 miliar dolar dengan Corning untuk memasok kabel serat optik bagi pusat data Meta.
Dalam konferensi pendapatan, Zuckerberg menegaskan bahwa Meta tengah memasuki fase percepatan besar dalam pengembangan AI. Ia menyebut perusahaan mulai melihat agen AI yang benar-benar berfungsi dan membuka peluang lahirnya produk baru yang dapat mengubah cara orang bekerja dan berinteraksi dengan teknologi.
Baca juga:
Meta Bikin Wall Street Terpukau, Panen Keuntungan Meski Lakukan Investasi AI Besar-besaranMeta juga berfokus pada pengembangan superintelijen dan AI yang lebih memahami konteks pribadi pengguna. Teknologi ini akan dipadukan dengan sistem rekomendasi yang selama ini menjadi tulang punggung Facebook, Instagram, Threads, dan layanan iklan Meta. Menurut Zuckerberg, ke depan aplikasi Meta tidak hanya menyajikan konten, tetapi juga menghadirkan AI yang memahami preferensi pengguna secara mendalam dan mampu menghasilkan konten yang dipersonalisasi.
Untuk mendukung ambisi tersebut, Meta memperkirakan belanja perusahaan pada 2026 akan mencapai 162 hingga 169 miliar dolar AS. Sebagian besar dana itu dialokasikan untuk infrastruktur, disusul biaya kompensasi karyawan, termasuk perekrutan baru di bidang AI.
Investasi besar ini sebelumnya sempat memicu kekhawatiran investor, seiring mencuatnya isu potensi gelembung AI di pasar keuangan. Namun, Zuckerberg menegaskan bahwa strategi tersebut dirancang untuk memberikan keuntungan jangka panjang, meski dampak pendapatannya tidak akan langsung terasa.
Seiring fokus pada AI, Meta mulai menggeser prioritas dari realitas virtual dan metaverse, yang sebelumnya menjadi proyek ambisius bernilai miliaran dolar. Perusahaan dilaporkan memangkas lebih dari 1.000 karyawan di divisi Reality Labs. Meski unit tersebut masih mencatat kerugian besar, Meta tetap melanjutkan investasi terbatas, terutama pada pengembangan kacamata pintar dan perangkat wearable yang penjualannya disebut meningkat tajam sepanjang tahun lalu.
Di sisi lain, pembangunan pusat data AI semakin mendapat sorotan politik dan lingkungan. Sejumlah negara bagian di AS mempertimbangkan pembatasan pembangunan pusat data baru karena kekhawatiran terhadap konsumsi energi dan dampak lingkungan. Meta pun aktif melakukan kampanye komunikasi publik untuk menegaskan bahwa pusat data mereka dapat menciptakan lapangan kerja dan mendorong ekonomi lokal, meski efektivitas klaim tersebut masih diperdebatkan.
Tekanan terhadap Meta juga datang dari ranah hukum. Zuckerberg dijadwalkan memberikan kesaksian dalam persidangan besar yang menyoroti tuduhan bahwa platform media sosial secara sengaja dirancang adiktif dan berbahaya bagi anak muda. Meski isu tersebut menjadi perhatian publik, Zuckerberg tidak menyinggung persidangan itu dalam konferensi pendapatan.