Selasa, 27 Januari 2026

UMKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi, Pemerintah Dorong Naik Kelas


 UMKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi, Pemerintah Dorong Naik Kelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Pesta Retail 2026 Sampoerna Retail Community (SRC), dikutip di Jakarta, Selasa (27/1/2026) (ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai motor utama pemerataan ekonomi nasional. Sektor ini dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga daya beli masyarakat, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan ekonomi hingga ke level akar rumput.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kontribusi UMKM.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas menjadi fondasi penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“UMKM adalah penunjang utama perekonomian nasional. Bapak dan ibu semua adalah pahlawan ekonomi Indonesia. Ketahanan ekonomi kita terjaga karena UMKM tetap bergerak,” ujar Airlangga saat menghadiri Pesta Retail 2026 yang digelar Sampoerna Retail Community (SRC) di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga mengapresiasi PT HM Sampoerna Tbk yang dinilai konsisten membangun ekosistem pemberdayaan UMKM melalui Sampoerna Retail Community selama hampir dua dekade.

Dengan jumlah mitra sekitar 250 ribu toko di berbagai daerah, SRC disebut sebagai ekosistem berkelanjutan karena kepemilikan usaha sepenuhnya berada di tangan pelaku UMKM, bukan dikuasai kelompok konglomerasi. Kekuatan ekosistem ini juga terlihat dari tingginya adopsi teknologi digital di kalangan anggotanya.

Hampir seluruh mitra SRC telah memanfaatkan platform digital, termasuk penggunaan pembayaran non-tunai berbasis QRIS. Kondisi ini mencerminkan kesiapan UMKM Indonesia dalam menghadapi transformasi ekonomi digital yang semakin masif.

Sejalan dengan itu, pemerintah mencatat sekitar 25 juta UMKM telah terintegrasi ke dalam ekosistem digital nasional. Pada kuartal IV 2025, transaksi QRIS tumbuh hingga 139,99 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan pelaku UMKM menjadi kontributor utama.

Tak hanya digitalisasi, pemerintah juga memperkuat akses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pada 2026, KUR diarahkan semakin fleksibel dengan target plafon mencapai Rp295 triliun, suku bunga tetap 6 persen per tahun, serta peningkatan porsi pembiayaan ke sektor produksi agar UMKM bisa tumbuh dan naik kelas.

Selain itu, pemerintah turut mendorong pengembangan startup digital di 15 daerah dengan menyediakan fasilitas ruang dan sarana perkantoran, baik di gedung perkantoran maupun pusat perbelanjaan, guna memperkuat ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi.

Kontribusi ekonomi dari ekosistem SRC pun dinilai sangat signifikan. Total omzet warung anggota SRC mencapai sekitar Rp236 triliun per tahun atau setara 11,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) ritel nasional. Ekosistem ini juga menyerap sekitar satu juta tenaga kerja dan menopang penghidupan jutaan keluarga di berbagai wilayah Indonesia.

“SRC bukan dimiliki oleh satu atau dua keluarga besar, tetapi oleh para pengusaha UMKM itu sendiri. Inilah kekuatan ekonomi rakyat,” tegas Airlangga dikutip Antara.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru