Selasa, 27 Januari 2026

Pemerintah Targetkan Rp25 Triliun dari ORI029, Investor Ritel Bisa Mulai dari Rp1 Juta


 Pemerintah Targetkan Rp25 Triliun dari ORI029, Investor Ritel Bisa Mulai dari Rp1 Juta Plt Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Novi Puspita Wardani memaparkan soal penerbitan surat berharga negara (SBN) di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (26/1/2026). ANTARA/Imamatul Silfia

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah membuka tahun penawaran Surat Berharga Negara (SBN) ritel dengan menerbitkan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029. Pada penerbitan perdana ini, target indikatif awal yang dibidik mencapai Rp25 triliun, dengan sasaran utama investor individu.

ORI029 hadir dalam dua pilihan tenor, yakni ORI029T3 dengan tenor 3 tahun dan ORI029T6 dengan tenor 6 tahun. Keduanya menawarkan kupon tetap (fixed rate), masing-masing sebesar 5,45 persen untuk tenor 3 tahun dan 5,80 persen untuk tenor 6 tahun.

Pelaksana Tugas Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Novi Puspita Wardani, menjelaskan bahwa pemerintah sengaja menyediakan dua tenor sekaligus agar investor memiliki fleksibilitas dalam memilih instrumen sesuai kebutuhan.

“Investor yang ingin tenor lebih panjang dengan kupon lebih tinggi bisa memilih T6. Kalau ingin yang lebih pendek, T3 juga tersedia,” ujarnya di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Jadwal Penawaran hingga Setelmen

Masa penawaran ORI029 dibuka mulai 26 Januari 2026 pukul 09.00 WIB dan akan ditutup pada 19 Februari 2026 pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, hasil penjualan dijadwalkan ditetapkan pada 23 Februari 2026, dengan tanggal setelmen pada 25 Februari 2026.

Untuk nilai pembelian, investor ritel dapat mulai berinvestasi dari Rp1 juta untuk masing-masing tenor. Adapun batas maksimal pembelian ditetapkan Rp5 miliar untuk ORI029T3 dan Rp10 miliar untuk ORI029T6.

Menurut Novi, pembatasan ini dimaksudkan agar SBN ritel benar-benar bisa diakses oleh investor individu, termasuk mereka yang baru mulai belajar berinvestasi di instrumen negara dikutip Antara.

Jatuh Tempo dan Pembayaran Kupon

ORI029T3 akan jatuh tempo pada 15 Februari 2029, sementara ORI029T6 jatuh tempo pada 15 Februari 2032. Pembayaran kupon dilakukan setiap tanggal 15 tiap bulan, dengan pembayaran kupon pertama pada 15 April 2026.

Instrumen ini juga memiliki masa holding period satu kali pembayaran kupon, sehingga ORI029 baru dapat diperdagangkan kembali di pasar sekunder mulai 16 April 2026.

Cara Pemesanan dan Mitra Distribusi

Pemesanan ORI029 dilakukan secara daring melalui empat tahap, yakni registrasi, pemesanan, pembayaran, dan setelmen/konfirmasi. Proses pembelian dilakukan melalui sistem elektronik mitra distribusi yang terhubung dengan sistem e-SBN.

Pemerintah menunjuk 28 mitra distribusi, yang terdiri atas 18 bank umum, 6 perusahaan efek, dan 4 perusahaan teknologi finansial (fintech) agen penjual efek reksa dana (APERD), untuk melayani pembelian ORI029 secara langsung.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru