Loading
Von der Leyen mengatakan bahwa UE sedang berupaya memperkuat hubungannya dengan Greenland dan bahwa Komisi Eropa akan segera mengajukan paket investasi yang substantif.
BRUSSELS, ARAHKITA.COM — Uni Eropa (UE) bersiap meluncurkan langkah besar untuk memperkuat posisinya di kawasan Arktika. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menyatakan UE akan segera menghadirkan paket investasi yang “substantif” untuk Greenland, sekaligus meningkatkan belanja pertahanan yang lebih relevan dengan kebutuhan wilayah Arktika.
Pernyataan itu disampaikan Von der Leyen pada Jumat (23/1/2026). Menurutnya, hubungan UE dengan Greenland akan ditingkatkan melalui kerja sama yang lebih konkret, termasuk dukungan ekonomi dan pembangunan.
“Uni Eropa sedang berupaya memperkuat hubungannya dengan Greenland, dan Komisi Eropa akan segera mengajukan paket investasi yang substantif,” kata Von der Leyen.
Tak hanya soal ekonomi, Von der Leyen menekankan pentingnya sisi keamanan. UE juga disebut akan memperkuat kerja sama dengan mitra-mitra strategis untuk menjaga stabilitas Arktika, terutama dalam menghadapi dinamika geopolitik yang semakin sensitif.
Dalam kerangka itu, UE juga akan mengarahkan pengeluaran pertahanannya pada perangkat yang sesuai untuk kondisi ekstrem Arktika. Salah satu contohnya ialah penguatan armada untuk wilayah dingin, termasuk kapal pemecah es Eropa.
“Kita harus memperkuat pengaturan keamanan dan pertahanan dengan mitra-mitra di kawasan ini, seperti Inggris, Kanada, Norwegia, dan Islandia. Hal ini telah menjadi kebutuhan geopolitik yang nyata bagi Greenland,” ujarnya dilansir Antara.
Pernyataan tersebut muncul di tengah situasi yang sedang memanas. Para pemimpin negara-negara anggota UE dilaporkan menggelar KTT darurat di Brussel, Belgia, Kamis (22/1) malam waktu setempat. Agenda pertemuan itu adalah membahas ancaman Amerika Serikat terkait Greenland serta mengevaluasi langkah lanjutan yang dapat ditempuh UE.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa Greenland bukan lagi sekadar isu wilayah kutub. Dalam peta geopolitik baru, kawasan Arktika menjadi ruang strategis yang diperebutkan—baik karena posisi, keamanan, maupun sumber daya.