Jumat, 23 Januari 2026

Prabowo di Davos: Kebijakan Ekonomi RI Terukur, Berbasis Data, dan Jaga Disiplin Fiskal


 Prabowo di Davos: Kebijakan Ekonomi RI Terukur, Berbasis Data, dan Jaga Disiplin Fiskal Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). (ANTARA/Aria Cindyara)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa arah kebijakan ekonomi Indonesia disusun secara terukur, berbasis data, dan dijalankan dengan disiplin yang ketat. Menurutnya, pendekatan seperti ini penting agar ekonomi nasional tetap stabil sekalipun dunia sedang menghadapi gelombang ketidakpastian.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1/2026) waktu setempat. Di hadapan forum ekonomi global tersebut, Prabowo menekankan bahwa kebijakan ekonomi tidak bisa dibuat berdasarkan intuisi semata, melainkan harus punya kalkulasi dan tujuan yang jelas.

“Kebijakan kami telah dan akan selalu dirancang secara tepat,” ujar Presiden dalam pidatonya.

Namun Prabowo mengingatkan: stabilitas ekonomi tidak berdiri sendiri. Ia menilai ketahanan ekonomi Indonesia selama ini juga ditopang oleh stabilitas nasional—yang lahir dari pilihan politik Indonesia untuk mengedepankan persatuan, kolaborasi, dan hubungan yang bersahabat, bukan konfrontasi.

Menurut Prabowo, sejarah telah berkali-kali membuktikan bahwa tidak ada negara yang mampu tumbuh kuat dalam situasi penuh konflik berkepanjangan.

“Sejarah mengajarkan kepada kita bahwa perdamaian dan stabilitas adalah aset kita yang paling berharga. Perdamaian dan stabilitas merupakan prasyarat utama bagi pertumbuhan dan kemakmuran. Tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian,” ucapnya dikutip Antara.

Selain stabilitas, Prabowo juga menyoroti aspek yang tak kalah krusial: kredibilitas negara dalam mengelola ekonomi dan fiskal. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak yang kuat dalam menjaga komitmen, termasuk pada kewajiban utang.

Prabowo menyebut, sepanjang sejarahnya, Indonesia tidak pernah mengalami gagal bayar. Ia juga menekankan bahwa setiap pemerintahan di Indonesia selalu menghormati kewajiban yang diwariskan dari pemerintahan sebelumnya.

“Kredibilitas kami, yang dibangun dengan susah payah selama bertahun-tahun, terus kami jaga. Kredibilitas yang hilang sangat mahal untuk dipulihkan,” tegas Prabowo.

Di akhir pesannya, Prabowo kembali menekankan pentingnya kesinambungan tata kelola ekonomi. Bagi Presiden, disiplin kebijakan dan konsistensi pengelolaan ekonomi adalah fondasi utama untuk menjaga kepercayaan dunia—serta memastikan pertumbuhan Indonesia tetap berkelanjutan di masa depan.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru