Emas Antam Rabu Ini Melonjak! Tembus Rp2,772 Juta per Gram


 Emas Antam Rabu Ini Melonjak! Tembus Rp2,772 Juta per Gram Pramuniaga menunjukkan emas batangan di sebuah gerai penjualan emas di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (14/1/2026). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Harga emas batangan Antam kembali bikin kaget. Berdasarkan pantauan dari laman Logam Mulia, pada Rabu (21/1/2026) harga emas Antam melambung Rp35.000 dibanding sebelumnya.

Kini, harga emas Antam resmi berada di angka Rp2.772.000 per gram, dari posisi sebelumnya Rp2.737.000 per gram. Kenaikan ini tidak hanya terjadi pada harga jual, tapi juga pada harga jual kembali atau buyback. Untuk hari ini, buyback naik menjadi Rp2.612.000 per gram.

Pajak Transaksi Emas Antam: Ini yang Perlu Diketahui

Dalam transaksi emas batangan, perlu diperhatikan adanya ketentuan pajak sesuai regulasi pemerintah.Mengacu pada PMK No. 34/PMK.10/2017, transaksi penjualan emas dikenakan potongan pajak untuk seluruh jenis emas batangan, mulai ukuran 1 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram).

Jika masyarakat melakukan penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nilai di atas Rp10 juta, maka akan dikenakan PPh Pasal 22, dengan ketentuan:

  • 1,5% untuk pemilik NPWP
  • 3% untuk yang tidak memiliki NPWP

Perlu dicatat, PPh 22 untuk buyback dipotong langsung dari total nilai buyback yang diterima dikutip Antara.

Sementara itu untuk pembelian emas batangan, besaran pajaknya adalah:

  • 0,45% bagi pemilik NPWP
  • 0,9% untuk non-NPWP

Setiap pembelian emas batangan akan disertai bukti potong PPh 22.

Daftar harga emas Antam hari ini (21 Januari 2026)

Berikut rincian harga pecahan emas batangan Antam yang tercatat di laman Logam Mulia:

  • 0,5 gram: Rp1.436.000
  • 1 gram: Rp2.772.000
  • 2 gram: Rp5.484.000
  • 3 gram: Rp8.201.000
  • 5 gram: Rp13.635.000
  • 10 gram: Rp27.215.000
  • 25 gram: Rp67.912.000
  • 50 gram: Rp135.745.000
  • 100 gram: Rp271.412.000
  • 250 gram: Rp678.265.000
  • 500 gram: Rp1.356.320.000
  • 1.000 gram: Rp2.712.600.000

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru