Menkeu AS Minta Eropa ‘Tarik Napas‘ soal Ancaman Tarif Greenland: Jangan Dulu Membalas


 Menkeu AS Minta Eropa ‘Tarik Napas‘ soal Ancaman Tarif Greenland: Jangan Dulu Membalas Ribuan warga mengikuti aksi Jangan sentuh Greenland di Copenhagen, Denmark, Sabtu (17/1/2026). ANTARA FOTO/Reuters/Tom Little/bar

WASHINGTON, ARAHKITA.COM — Ketegangan baru terkait masa depan Greenland ikut mengguncang percakapan ekonomi global di Davos. Namun, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent meminta negara-negara Eropa untuk tidak buru-buru membalas apabila ancaman tarif dari Presiden AS Donald Trump benar-benar diwujudkan.

Dalam pernyataannya pada Selasa (20/1/2026), Bessent menilai respons paling bijak saat ini adalah menahan diri dan memberi ruang bagi Trump untuk menyampaikan langsung arah kebijakannya.

Pernyataan itu ia sampaikan ketika ditanya soal sikap Eropa menghadapi situasi yang kian panas di sekitar Greenland, di sela-sela Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos.

Menurut Bessent, pola ini mirip dengan yang ia tekankan saat Trump mengambil langkah besar terkait tarif pada periode sebelumnya. Intinya: jangan bereaksi dengan emosi.

“Saya katakan kepada semua orang: tenang, tarik napas dalam-dalam, jangan membalas… Presiden akan berada di sini besok, dan dia akan menyampaikan pesannya,” kata Bessent.

AS Klaim: Ini soal Keamanan, bukan Sekadar Dagang

Bessent lalu menyinggung cara pandang Trump yang melihat Greenland sebagai wilayah yang semakin strategis dalam pusaran rivalitas geopolitik global.

Ia mengatakan, Trump percaya pulau itu rawan menjadi “target perebutan” pihak asing. Kekhawatiran utama Washington, lanjut Bessent, adalah kemungkinan Amerika Serikat pada akhirnya harus ikut turun tangan membela Greenland bila situasi berkembang menjadi konflik terbuka.

“Dia (Trump) sangat yakin bahwa (Greenland) harus menjadi bagian dari Amerika Serikat untuk mencegah konflik, daripada melibatkan AS… dalam konflik yang panas,” ujar Bessent.

Dalam narasi Bessent, Trump tampaknya ingin membingkai isu Greenland bukan sekadar urusan ekonomi atau diplomasi, tetapi sebagai strategi pencegahan konflik di masa depan.

Eropa Diminta Jangan Memperkeruh Situasi

Bessent menekankan bahwa reaksi balasan dari Eropa berpotensi membuka babak baru perang tarif yang bisa merembet ke sektor lain.Karena itu, ia meminta Eropa untuk “tidak terpancing” sebelum mendengar penjelasan resmi dari Trump mengenai visinya terhadap Greenland dan dampaknya bagi hubungan transatlantik.

Bagi AS, pesan utamanya jelas: tahan dulu, jangan memperkeruh keadaan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru