Loading
Logo Bank Indonesia (BI) Jakarta. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa/am.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan IV 2025 masih terjaga. Gambaran itu terlihat dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), yang menunjukkan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) berada di level 10,61%.
Meski tetap positif, BI mengakui ada sedikit penurunan dibanding triwulan sebelumnya. Pada triwulan III 2025, nilai SBT tercatat 11,55%.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, secara umum mayoritas lapangan usaha mencatat kinerja yang masih tumbuh.
Beberapa sektor bahkan mencatat SBT tertinggi dan menjadi penopang utama di akhir tahun.
Lapangan usaha dengan kinerja terbaik antara lain:
Menurut BI, kondisi ini cukup masuk akal karena terjadi pada periode yang biasanya padat aktivitas ekonomi. Momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru ikut mendorong permintaan domestik, terutama konsumsi rumah tangga dan kegiatan perdagangan.
Kapasitas Produksi Stabil di Level 73%
Dari sisi produksi, BI juga mencatat kapasitas produksi terpakai pada triwulan IV 2025 masih berada pada level yang solid, yakni 73,15%.Angka ini memang sedikit lebih rendah dibanding 73,84% pada triwulan III 2025, tetapi masih lebih tinggi dibanding posisi triwulan IV 2024 yang berada di 72,91%.
BI menyebut, stabilnya kapasitas produksi ditopang terutama oleh beberapa lapangan usaha seperti:
Kabar baik lain datang dari sisi kesehatan finansial pelaku usaha. BI menilai keuangan dunia usaha secara umum tetap baik, baik dari aspek likuiditas maupun rentabilitas.
Tak hanya itu, akses terhadap pembiayaan juga dinilai makin longgar karena kredit lebih mudah diperoleh dibanding periode sebelumnya.
Prediksi BI: Triwulan I 2026 Akan Menguat
Menariknya, pelaku usaha justru lebih optimistis menatap awal tahun. Responden SKDU memprakirakan kegiatan usaha pada triwulan I 2026 meningkat, dengan nilai SBT diprediksi mencapai 12,93%.
Proyeksi ini lebih tinggi dibanding:
BI menilai permintaan masyarakat menjelang Ramadan dan HBKN Idul Fitri 1447 H akan menjadi faktor yang ikut memperkuat aktivitas bisnis di awal 2026.