Selasa, 27 Januari 2026

Hujan Deras Rendam Jalur KA Pantura, 18 Kereta Alami Keterlambatan


 Hujan Deras Rendam Jalur KA Pantura, 18 Kereta Alami Keterlambatan Ilustrasi suasana di ruang tunggu Stasiun Kereta Api.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas terganggunya perjalanan kereta api di jalur Pantura Jawa Tengah. Gangguan tersebut terjadi pada petak jalur antara Stasiun Kaliwungu dan Stasiun Kalibodri, Kabupaten Kendal, akibat luapan air imbas hujan deras.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis malam (15/1/2026) menyebabkan jalur rel terendam air hingga mendekati kepala rel. Kondisi itu juga memicu gogosan yang berpotensi membahayakan perjalanan kereta api.

“Penghentian sementara perjalanan dilakukan sebagai langkah pengamanan. Keselamatan pelanggan dan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama kami,” ujar Anne dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (16/1/2026).

Sebagai respons cepat, petugas KAI langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Setelah intensitas hujan menurun, jalur Kaliwungu–Kalibodri kembali dapat dilalui pada Jumat dini hari. Meski demikian, KAI masih memberlakukan pembatasan kecepatan maksimal 40 kilometer per jam sambil menunggu proses perbaikan prasarana selesai sepenuhnya.

Akibat gangguan tersebut, tercatat sebanyak 18 perjalanan kereta api penumpang jarak jauh mengalami keterlambatan. Waktu keterlambatan bervariasi, mulai dari 8 menit hingga sekitar 2,5 jam, yang disebabkan oleh pengaturan ulang perjalanan dan antrean kereta saat menunggu jalur dinyatakan aman.

“Saat ini, operasional kereta api di jalur Pantura Jawa Tengah berangsur kembali normal. Petugas kami terus melakukan pemantauan dan perbaikan lanjutan agar pelayanan kepada pelanggan dapat berjalan optimal,” kata Anne.

KAI kembali menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan serta mengapresiasi kesabaran dan pengertian masyarakat selama proses penanganan gangguan berlangsung.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru