Loading
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Virgojanti. ANTARA/Desi Purnama Sari
SERANG, ARAHKITA.COM – Provinsi Banten menutup tahun 2025 dengan catatan investasi yang mencolok. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banten, Virgojanti, menyebut realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp130,2 triliun, melampaui target pemerintah pusat.
“Alhamdulillah, capaian ini sudah mencapai 108,91 persen dari target sebesar Rp119,5 triliun. Ini juga membawa Banten naik ke peringkat empat terbesar nasional,” kata Virgojanti di Serang, Jumat (16/1/2026).
Menurutnya, lonjakan capaian tersebut menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Banten. Peringkat Banten pun terdongkrak dari posisi kelima ke posisi keempat secara nasional dalam daftar realisasi investasi.
Dari total nilai investasi yang masuk, kontribusi terbesar berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai Rp73,2 triliun. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar 5,2 miliar dolar AS.
Virgojanti juga menyoroti peran sektor hilirisasi yang tumbuh signifikan sepanjang 2025. Realisasi investasi dari sektor ini tercatat mencapai Rp41,3 triliun.
“Khusus pada triwulan IV 2025, hilirisasi menyumbang Rp17,5 triliun. Ini menunjukkan arahan pemerintah pusat terkait hilirisasi berjalan efektif di Banten,” ujarnya.
Ia menegaskan, capaian tersebut tidak datang sendiri, melainkan hasil dari sinergi lintas pihak dalam menjaga stabilitas daerah. Kondusivitas wilayah dinilai menjadi faktor penting yang membuat investor merasa aman dan nyaman menanamkan modal.
Ke depan, Virgojanti berharap tren positif ini terus berlanjut di 2026. Namun ia menekankan, orientasi investasi tak cukup hanya mengejar angka besar, melainkan juga harus membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
“Investasi harus memberi efek berganda. Harapan kami, investasi yang semakin berkualitas ini bisa membuka lapangan kerja lebih luas dan memperkuat struktur ekonomi Banten secara berkelanjutan,” tutupnya dikutip Antara.