Investasi Syariah Laris Manis! Pemerintah Kantongi Rp12 Triliun dari Lelang Sukuk Terbaru


 Investasi Syariah Laris Manis! Pemerintah Kantongi Rp12 Triliun dari Lelang Sukuk Terbaru Ilustrasi - Warga mencari informasi mengenai Surat Berharga Negara (SBN) jenis Sukuk Tabungan Seri ST014 di Semarang, Jawa Tengah, Senin (14/4/2025). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc/pri.

​JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pasar keuangan syariah Indonesia kembali menunjukkan taji di awal tahun 2025. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan sukses menyerap dana segar sebesar Rp12 triliun melalui lelang delapan seri Surat Berharga Negara Syariah (SBSN) atau sukuk pada Senin (13/1/2026).​

Menariknya, meskipun pemerintah hanya memenangkan Rp12 triliun, minat investor justru jauh melampaui ekspektasi. Tercatat, total penawaran yang masuk (incoming bids) menembus angka Rp55,26 triliun, membuktikan bahwa instrumen syariah masih menjadi primadona di tengah pasar.​

Seri PBS030 Jadi Incaran Utama

Dari delapan seri yang ditawarkan, seri PBS030 (pembukaan kembali) keluar sebagai bintang utama. Seri ini berhasil menyerap dana terbesar, yakni Rp4,15 triliun. Dengan tingkat imbal hasil (yield) rata-rata 5,15 persen dan jatuh tempo pada Juli 2028, seri ini menjadi yang paling banyak diperebutkan oleh para pemburu cuan syariah dikutip Antara.

​Selain PBS030, seri tenor pendek juga terpantau ramai peminat:

  • ​SPNS12102026 (Penerbitan Baru): Diserap Rp3 triliun dengan yield 4,50 persen.
  • ​SPNS13072026: Mencatat penawaran masuk yang fantastis sebesar Rp10,4 triliun, meski pemerintah hanya memenangkan Rp1 triliun.

​Rincian Serapan Seri Lainnya

Pemerintah juga mengamankan pendanaan dari beberapa seri PBS (Project Based Sukuk) lainnya untuk menjaga stabilitas pembiayaan negara:

  • ​PBS040: Diserap Rp1,1 triliun (yield 5,50%).
  • ​SPNS10022026: Menang Rp1 triliun (yield 4,30%).
  • ​PBS038: Menang Rp750 miliar (yield cukup tinggi di angka 6,67%).
  • ​PBSG002 & PBS034: Masing-masing menyumbang Rp600 miliar dan Rp400 miliar ke kas negara.

​Tingginya minat dalam lelang kali ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap pengelolaan fiskal dan stabilitas ekonomi nasional. Dana yang terkumpul ini nantinya akan digunakan untuk memenuhi target pembiayaan dalam APBN 2025, termasuk pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru