Loading
Pekerja melintasi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (14/1/2026) diperkirakan bergerak menguat terbatas. Pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), yang menjadi sentimen utama global.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG tercatat naik 58,75 poin atau 0,66 persen ke level 9.007,04. Sejalan dengan itu, Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan ikut menguat 3,66 poin atau 0,42 persen ke posisi 882,53.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai secara teknikal IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan meski dalam rentang terbatas.
“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan area support dan resistance di kisaran 8.760 hingga 9.000,” ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (14/1/2026) seperti yang dikutip dari Antara.
Dari sisi global, data inflasi Amerika Serikat menunjukkan Consumer Price Index (CPI) tumbuh 0,3 persen secara bulanan (month to month/mtm) dan 2,7 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, inflasi inti atau core CPI tercatat stabil di level 2,6 persen (yoy).
Menurut Nico, stabilnya data inflasi tersebut menjadi modal penting bagi The Fed dalam menentukan kebijakan pada pertemuan 29 Januari 2026, yang diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan.
“Data inflasi yang relatif terkendali memperkuat ekspektasi bahwa The Fed belum akan mengubah kebijakan suku bunganya dalam waktu dekat,” jelasnya.
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari rencana pemerintah memperkuat ekosistem ekonomi digital, khususnya di sektor semikonduktor. Pemerintah disebut tengah menjajaki kerja sama dengan Inggris, termasuk pendanaan awal sebesar 125 juta dolar AS bersama ARM.
Nico menilai pengembangan sektor semikonduktor sangat strategis karena menjadi fondasi bagi berbagai industri, mulai dari elektronik, otomotif, Internet of Things (IoT), hingga pusat data (data center).
Sementara itu, pergerakan bursa global cenderung bervariasi. Bursa saham Eropa pada perdagangan Selasa ditutup mixed, sedangkan Wall Street melemah. Di kawasan Asia, mayoritas indeks regional pagi ini bergerak di zona hijau, meski ada yang masih tertekan.