Kamis, 22 Januari 2026

Airlangga: Defisit APBN 2025 di Level 2,92 Persen Terhadap PDB, tak Ganggu Investor


 Airlangga: Defisit APBN 2025 di Level 2,92 Persen Terhadap PDB, tak Ganggu Investor Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Antaranews/Antara/Bayu Saputra)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai realisasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2025 sebesar 2,92 persen terhadap produk domestik bruto tidak berdampak negatif terhadap kepercayaan investor. Menurutnya, posisi defisit tersebut masih berada dalam batas aman karena berada di bawah ambang maksimal 3 persen yang ditetapkan dalam undang-undang.

Airlangga mengatakan defisit APBN 2025 telah ditutup dengan kondisi yang terkendali. Ia menegaskan bahwa pelebaran defisit tidak menjadi persoalan serius selama masih berada di bawah batas yang ditentukan secara hukum.

Berdasarkan data realisasi sementara per 31 Desember 2025, defisit APBN tercatat sebesar Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen dari PDB. Angka tersebut lebih lebar dibandingkan target awal APBN 2025 sebesar 2,53 persen maupun proyeksi laporan semester sebesar 2,78 persen, serta mendekati batas maksimal defisit 3 persen.

Menanggapi kondisi tersebut, Airlangga menilai pelebaran defisit masih tergolong wajar karena ditopang oleh capaian penerimaan negara yang relatif tinggi. Ia menyebut realisasi pendapatan negara telah mendekati target, sehingga pelebaran defisit tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

Menurutnya, fokus utama pemerintah saat ini adalah mendorong pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan penciptaan lapangan kerja dan peningkatan penyerapan tenaga kerja, sehingga tetap menjadi prioritas kebijakan fiskal.

Airlangga juga menyampaikan optimisme terhadap kinerja ekonomi pada kuartal IV 2025. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut akan menjadi yang tertinggi dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya, sehingga secara keseluruhan target pertumbuhan APBN 2025 masih berpeluang tercapai.

Dari sisi pendapatan, realisasi sementara pendapatan negara hingga akhir 2025 tercatat sebesar Rp2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari target APBN 2025 sebesar Rp3.005,1 triliun. Penerimaan perpajakan menyumbang Rp2.217,9 triliun atau 89 persen dari target Rp2.490,9 triliun.

Rincian penerimaan perpajakan terdiri atas penerimaan pajak sebesar Rp1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target, serta penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp300,3 triliun atau 99,6 persen dari target. Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak mencapai Rp534,1 triliun atau 104 persen dari target, dan penerimaan hibah tercatat sebesar Rp4,3 triliun atau 733,3 persen dari target.

Dari sisi belanja, dilansir Antara, realisasi belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari target APBN. Belanja pemerintah pusat tercatat sebesar Rp2.602,3 triliun atau 96,3 persen dari target, yang terdiri atas belanja kementerian dan lembaga sebesar Rp1.500,4 triliun serta belanja non-kementerian/lembaga sebesar Rp1.102 triliun.

Sementara itu, penyaluran transfer ke daerah terealisasi sebesar Rp849 triliun atau 92,3 persen dari target. Realisasi keseimbangan primer mencatat defisit Rp180,7 triliun, lebih lebar dari target awal Rp63,3 triliun. Pembiayaan anggaran tercatat sebesar Rp744 triliun dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran sebesar Rp48,9 triliun.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru