Kamis, 22 Januari 2026

IHSG Meroket ke 9.000, Purbaya Yakin Tren Penguatan Berlanjut di 2026


 IHSG Meroket ke 9.000, Purbaya Yakin Tren Penguatan Berlanjut di 2026 Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama jajarannya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026). (ANTARA/Imamatul Silfia)

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan momentum penting di awal 2026. Pada perdagangan Kamis (8/1/2026), IHSG sempat menyentuh level 9.000,54 poin, menjadi rekor tertinggi dalam sejarah pasar modal Indonesia dan menandai optimisme pelaku pasar setelah gelombang volatilitas di tahun sebelumnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa penguatan indeks ini bukan sekadar fenomena sesaat. Dalam konferensi pers rutin APBN KiTa, ia menegaskan bahwa pergerakan IHSG ke level psikologis tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia semakin solid. 

“Tampaknya kenaikan ini berpotensi berlanjut sepanjang tahun 2026,” ujar Purbaya. 

Menurutnya, lonjakan IHSG mencerminkan respons positif pasar terhadap program pembangunan dan kebijakan ekonomi pemerintah yang mulai terlihat hasilnya. Sentimen positif ini turut mengangkat aksi beli di sejumlah saham unggulan yang mencerminkan fundamental kuat di berbagai sektor.

Karena dinamika global dan domestik bisa berubah cepat, Purbaya juga menekankan pentingnya strategi kebijakan yang adaptif untuk menjaga stabilitas pasar modal Indonesia sepanjang tahun ini.

IHSG Bergerak Kuat di Tengah Tekanan Global

Meski sebagian besar bursa saham di kawasan Asia dan pasar global sempat melemah, IHSG justru menguat, menandakan daya tarik pasar saham domestik kepada investor lokal maupun mancanegara. 

Analis dari beberapa sekuritas mencatat masih ada ruang bagi IHSG untuk naik pada perdagangan berikutnya, meski aktivitas pasar bisa dipengaruhi oleh berita ekonomi dunia maupun sentimen perdagangan global.

Dampak Kebijakan Dalam Negeri terhadap Pasar

Di dalam negeri, pemerintah mengambil langkah strategis seperti mengatur ulang target produksi mineral dan batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Upaya ini bertujuan menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan komoditas di pasar, yang diharapkan turut memperbaiki harga dan menjadi katalis positif bagi saham di sektor pertambangan. 

Langkah ini dipandang banyak pengamat sebagai strategi yang tak hanya menstabilkan sektor terkait, tetapi juga membantu memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek pasar modal Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Lonjakan IHSG menembus level 9.000 menunjukkan momentum positif bagi pasar saham Indonesia di 2026. Dengan dukungan kebijakan pemerintah, perbaikan sentimen investor, serta pengelolaan dinamika pasar yang terus berjalan, banyak analis dan pembuat kebijakan optimis IHSG akan terus bergerak naik.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru