IHSG Melawan Arus: Tetap Hijau di Tengah ‘Gempa‘ Sentimen Donald Trump


 IHSG Melawan Arus: Tetap Hijau di Tengah ‘Gempa‘ Sentimen Donald Trump IHSG tampil perkasa di level 8.946 saat bursa global goyah akibat kebijakan kontroversial Donald Trump. (Antaranews)

​JAKARTA, ARAHKITA.COM – Di saat mayoritas bursa saham dunia dan kawasan Asia sedang mengalami tekanan hebat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) justru menunjukkan taringnya. Pada pembukaan perdagangan Kamis pagi (8/1/2026), IHSG berhasil melaju di zona hijau, sebuah anomali positif yang menarik perhatian para pelaku pasar.

​IHSG terpantau menguat tipis 1,89 poin atau 0,02 persen ke posisi 8.946,70. Meski indeks saham unggulan LQ45 sempat terkoreksi tipis 0,11 persen ke level 870,40, kepercayaan diri investor domestik terlihat masih cukup solid.

​Kenapa IHSG Bisa Bertahan?

​Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai bahwa posisi IHSG saat ini berada dalam fase krusial namun optimis. "IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini selama mampu bertahan di level support kuat 8.900," jelasnya.

​Kekuatan IHSG ini tergolong istimewa mengingat pasar global sedang dihantui oleh sederet kebijakan baru dari Presiden AS, Donald Trump, yang memicu ketidakpastian.

​Sentimen Global: 'Trump Effect' yang Mengguncang Pasar

Pasar keuangan global saat ini sedang mencerna tiga pengumuman besar dari Washington yang membuat investor waswas:

  1. ​Pasokan Minyak: Trump menyebut otoritas Venezuela akan menyerahkan 50 juta barel minyak ke AS. Hal ini memicu ketakutan akan banjir pasokan (oversupply) yang bisa menjatuhkan harga minyak mentah dunia.
  2. ​Sektor Pertahanan: Larangan pembagian dividen dan aksi buyback bagi perusahaan pertahanan sebelum masalah internal industri selesai.
  3. ​Properti & Private Equity: Larangan bagi investor institusi besar untuk membeli rumah tapak (single-family homes). Kebijakan ini langsung memukul harga saham raksasa finansial seperti Blackstone dan Apollo Global Management.

​Tak hanya di AS, bursa Eropa (Euro Stoxx 50 dan FTSE 100) serta bursa utama Asia seperti Nikkei dan Hang Seng juga ikut terjerembab di zona merah pagi ini dikutip Antara.

​Kabar Baik dari Dalam Negeri: Angin Segar Saham Minerba

​Di tengah kegalauan global, sentimen domestik justru memberikan bantalan bagi IHSG. Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis dengan memangkas target produksi mineral dan batu bara dalam RKAB Tahun 2026.

​Langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar internasional. Harapannya, harga komoditas yang sempat lesu tahun lalu bisa kembali pulih. Kebijakan ini diprediksi akan menjadi katalis positif bagi saham-saham di sektor pertambangan dalam beberapa waktu ke depan. ​Kesimpulan untuk Investor

​Meskipun bursa regional seperti Nikkei jatuh 0,46% dan Hang Seng ambles 1,42%, IHSG membuktikan ketangguhannya. Bagi para investor, menjaga level psikologis di 8.900 menjadi kunci. Fokus pada saham-saham yang berkaitan dengan kebijakan energi domestik bisa menjadi strategi cerdas di tengah volatilitas global yang tinggi.

​Apa yang bisa saya bantu selanjutnya?

  • ​Apakah Anda ingin saya membuatkan infografis ringkas (teks) untuk diposting di media sosial (Instagram/Twitter) berdasarkan artikel ini?
  • ​Atau Anda ingin saya membuat daftar rekomendasi sektor saham yang spesifik berdasarkan berita di atas?
Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru