Loading
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/1/2026)/ (ANTARA/Aji Cakti)
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Kinerja perdagangan luar negeri Indonesia kembali menunjukkan sinyal positif. Pada November 2025, neraca perdagangan nasional mencatat surplus sebesar 2,66 miliar dolar AS, menandai keseimbangan ekspor dan impor yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.
Data tersebut dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yang mencatat nilai ekspor Indonesia mencapai 256,56 miliar dolar AS, sementara impor berada di angka 218,02 miliar dolar AS. Selisih keduanya mengukuhkan posisi surplus perdagangan pada bulan tersebut.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa secara kumulatif sepanjang Januari hingga November 2025, ekspor Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan ini mencerminkan daya saing produk nasional yang masih cukup kuat di pasar internasional.
Sementara itu, impor Indonesia juga mengalami peningkatan, meski dengan laju yang lebih moderat. Pada periode yang sama, impor tercatat tumbuh 2,03 persen yoy, seiring dengan meningkatnya kebutuhan bahan baku dan barang penunjang aktivitas industri domestik dikutip Antara.
Surplus neraca dagang ini menjadi indikator penting bagi stabilitas ekonomi nasional, terutama dalam menjaga keseimbangan transaksi berjalan dan memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.