Pembiayaan Syariah Adira Finance Tumbuh 13 Persen, Sentuh Rp8,1 Triliun


 Pembiayaan Syariah Adira Finance Tumbuh 13 Persen, Sentuh Rp8,1 Triliun Ilustrasi - Adira Finance. (Net)

JAKARTA, ARAHKITA.COM — PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance mencatat kinerja positif pada lini pembiayaan berbasis syariah. Hingga November 2025, penyaluran pembiayaan baru syariah tercatat mencapai Rp8,1 triliun, tumbuh sekitar 13 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Direktur Penjualan, Pelayanan, dan Distribusi Adira Finance, Niko Kurniawan, mengatakan segmen syariah kini semakin memiliki posisi penting dalam struktur bisnis perusahaan. Kontribusinya terhadap total pembiayaan baru Adira Finance telah mencapai sekitar 21 persen, menandakan peran strategis yang kian menguat.

“Segmen syariah berkontribusi sekitar 21 persen terhadap total pembiayaan baru perusahaan. Ini mencerminkan peran yang semakin strategis dalam portofolio Adira Finance,” ujar Niko dalam keterangan resmi yang diterima media di Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa pembiayaan umrah masih menyumbang porsi yang relatif kecil terhadap keseluruhan portofolio pembiayaan multipurpose (MPL). Namun, segmen ini dinilai menyimpan peluang pertumbuhan yang menjanjikan, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan perencanaan perjalanan ibadah yang lebih terstruktur serta minat terhadap produk keuangan syariah.

Dari sisi permintaan, tren pembiayaan umrah saat ini dinilai cenderung stabil. Basis konsumennya didominasi oleh masyarakat dengan perencanaan keuangan yang cukup matang. Ke depan, kebijakan pemerintah yang membuka peluang umrah mandiri dipandang menjadi katalis positif karena memperluas segmen calon jemaah.

“Adira Finance melihat peluang untuk memperluas jangkauan pembiayaan umrah melalui pendekatan yang lebih ritel dan inklusif, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan solusi pembiayaan syariah yang fleksibel,” jelas Niko.

Meski peluang terbuka, tantangan tetap ada. Persaingan industri yang ketat, termasuk maraknya produk pembiayaan tanpa agunan, serta tuntutan menjaga kualitas pembiayaan menjadi perhatian utama. Namun, Adira Finance menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip kehati-hatian melalui pengelolaan risiko yang disiplin.

“Hingga saat ini, kualitas pembiayaan umrah berada dalam kondisi terjaga dan selaras dengan profil risiko perusahaan,” tambahnya.

Ke depan, Adira Finance berencana terus memperkuat pembiayaan syariah sebagai salah satu pilar pertumbuhan utama. Strategi yang disiapkan meliputi inovasi produk, penguatan ekosistem dan kemitraan syariah, peningkatan penetrasi di segmen non-otomotif, serta optimalisasi layanan digital untuk meningkatkan pengalaman dan loyalitas konsumen.

Sebagai bagian dari upaya menjaga kedekatan dengan pelanggan, Adira Finance juga kembali menggelar program tahunan UMRAH untuk Sahabat. Pada tahun ini, perusahaan memberangkatkan 100 pelanggan ke Tanah Suci pada 27 Oktober 2025 untuk menjalani ibadah umrah selama sembilan hari.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru