Indonesia Bersiap Teken Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Uni Ekonomi Eurasia di Rusia


 Indonesia Bersiap Teken Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Uni Ekonomi Eurasia di Rusia Arsip - Kembang api terlihat di atas Sungai Neva dalam perayaan Festival Layar Merah (Scarlet Sails) di St. Petersburg, Rusia (29/6/2024). ANTARA FOTO/Xinhua/Irina Motina/tom.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Indonesia selangkah lagi memperluas jejaring perdagangan global. Pemerintah Indonesia dijadwalkan menandatangani perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) dengan Uni Ekonomi Eurasia atau EAEU, yang berlangsung di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) EAEU di St. Petersburg, Rusia, pada 21–22 Desember 2025.

Pernyataan resmi Kremlin menyebutkan bahwa Vladimir Putin tiba di St. Petersburg untuk menghadiri Dewan Tertinggi Ekonomi Eurasia, forum utama yang membahas arah kebijakan strategis kawasan Eurasia. Dalam kesempatan tersebut, EAEU dijadwalkan menandatangani kesepakatan perdagangan bebas dengan Indonesia.

Penandatanganan FTA ini dipandang sebagai langkah penting bagi Indonesia untuk membuka akses pasar yang lebih luas ke kawasan Eurasia, sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi lintas kawasan di tengah dinamika perdagangan global yang terus berubah.

Selain agenda KTT EAEU, Presiden Putin juga dijadwalkan mengikuti pertemuan informal para pemimpin negara anggota CIS atau Commonwealth of Independent States pada 22 Desember 2025. Sejumlah pemimpin kawasan telah tiba di Rusia, termasuk Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev, Presiden Kyrgyzstan Sadyr Japarov, serta Presiden Belarus Alexander Lukashenko.

Pemimpin lain yang dijadwalkan hadir adalah Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan. Di sela pertemuan CIS, Putin juga direncanakan menggelar pertemuan bilateral dengan Pashinyan serta Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, meski kehadiran Aliyev masih belum dikonfirmasi secara resmi.

Sebagai informasi, EAEU dibentuk melalui traktat yang ditandatangani pada Mei 2014 dan mulai berlaku sejak Januari 2015. Organisasi ini beranggotakan Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Rusia, dengan tujuan memperkuat integrasi ekonomi kawasan dilansir Antara.

Sementara itu, CIS didirikan pada 1991 pasca pembubaran Uni Soviet untuk mendorong kerja sama ekonomi, politik, dan keamanan. Keanggotaan CIS mencakup Armenia, Azerbaijan, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Moldova, Rusia, Tajikistan, dan Uzbekistan, dengan Turkmenistan berstatus anggota terasosiasi.

Penandatanganan FTA Indonesia–EAEU diharapkan membuka peluang ekspor baru bagi produk nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta perdagangan internasional yang semakin kompetitif.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru