Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menunggu Sinyal Kebijakan The Fed


 Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menunggu Sinyal Kebijakan The Fed Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta, Senin (15/9/2025). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/sgd

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Nilai tukar rupiah membuka perdagangan awal pekan dengan kecenderungan tertekan. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah kemungkinan besar masih bergerak dalam fase konsolidasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS), dengan peluang pelemahan jangka pendek.

Pada pembukaan pasar Senin (8/12/2025), rupiah tercatat melemah 37,50 poin atau 0,23 persen ke posisi Rp16.685 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.648 per dolar AS.

Menurut Lukman, tekanan terhadap rupiah sejalan dengan pergerakan indeks dolar AS yang kembali menguat tipis. Penguatan ini dipicu rilis survei yang menunjukkan sentimen konsumen AS masih lebih baik dari perkiraan pasar. The Conference Board melaporkan Consumer Confidence Index pada November turun menjadi 88,7, namun tetap menunjukkan ketahanan sentimen meski berada di bawah level Oktober yang berada di 95,5.

Meski demikian, pelaku pasar global memilih menahan diri dan tidak agresif melakukan aksi posisi. Situasi pasar cenderung “wait and see” menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung 9–10 Desember 2025. Keputusan ini akan memberikan arah lebih jelas terkait kebijakan suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed), sehingga menjadi penentu sentimen pasar ke depan.

Dari dalam negeri, investor juga menantikan sejumlah rilis data ekonomi yang diperkirakan ikut memengaruhi pergerakan rupiah. Data yang akan menjadi sorotan antara lain penjualan sepeda motor November 2025, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) November, serta penjualan ritel Oktober 2025 yang akan dirilis pada pertengahan pekan.

Berdasarkan perkembangan tersebut, Lukman memproyeksikan rupiah bergerak dalam rentang Rp16.600 – Rp16.700 per dolar AS sepanjang hari. Adapun Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin ini berada di level Rp16.655 per dolar AS, mendekati pergerakan pasar spot sebagaimana dilaporkan Antara.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru