Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva. (Antaranews/Antara/Xinhua/Hu Yousong)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva memperingatkan bahwa ketidakpastian ekonomi global akan terus menjadi bagian dari “kenormalan baru” dalam waktu lama.
Berbicara di Milken Institute, Washington DC, Rabu (8/10), Georgieva mengatakan kondisi ekonomi saat ini belum cukup kuat untuk menjamin ketahanan jangka panjang.
“Ekonomi global saat ini lebih baik dari yang ditakutkan, tetapi lebih buruk dari yang kita butuhkan. Ketahanan global belum sepenuhnya teruji, dan tanda-tanda mengkhawatirkan bahwa ujian itu mungkin segera datang,” ujar Georgieva.
Baca juga:
IHSG Ditutup Menguat Jelang Akhir Pekan, Sentimen Damai AS-Iran dan Proyeksi IMF Jadi PenopangSalah satu isu utama yang disorot adalah tren kebijakan tarif yang makin mendominasi arah ekonomi dunia. Ia menyebutkan bahwa dampak penuh dari perang tarif belum terlihat secara menyeluruh dan bisa menimbulkan gelombang baru kebijakan proteksionis.
Barang-barang yang semula ditujukan untuk pasar Amerika Serikat kini mulai dialihkan ke pasar lain. Georgieva menilai hal ini bisa memicu reaksi berantai berupa peningkatan tarif tambahan di negara tujuan ekspor baru.
Di sisi lain, pasar keuangan global masih menunjukkan stabilitas relatif. Namun, menurut Georgieva, jika terjadi koreksi tajam, maka pengetatan kondisi keuangan bisa memukul pertumbuhan global secara luas.
“Jika pasar terguncang oleh penyesuaian mendadak, ini dapat menyeret turun pertumbuhan global secara signifikan,” katanya dilansir Antara.
Georgieva mengajak seluruh pemimpin dan pembuat kebijakan dunia untuk tetap menjadikan perdagangan internasional sebagai motor utama pertumbuhan.
“Mari kita bersatu dalam dunia yang kompleks ini untuk menghasilkan kebijakan cerdas. Kita butuh pasar yang terbuka, institusi yang kuat, dan jaring pengaman yang tangguh,” ujarnya.
IMF sendiri sebelumnya telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2025 menjadi 3 persen, turun dari 3,3 persen yang diprediksi pada 2024. Proyeksi terbaru akan diumumkan dalam pertemuan tahunan IMF pada 13–18 Oktober 2025 di Washington DC.