Pos Indonesia Terapkan Robotik dan AI, Efisiensi Logistik Tembus 42 Persen


  Pos Indonesia Terapkan Robotik dan AI, Efisiensi Logistik Tembus 42 Persen Direktur Pengembangan Bisnis PT Pos Indonesia Prasabri Pesti ketika menjadi pembicara dalam Seminar Logistic International Workshop: Winning the Global Supply Chain Through Smart Logistic Innovation yang diselenggarakan oleh Citiasia, di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang, Kamis (3/7/2025). (ANTARA/HO PT Pos Indonesia)

BANDUNG, ARAHKITA.COM – PT Pos Indonesia mencatat lompatan efisiensi besar dalam operasional logistiknya setelah menerapkan teknologi robotik dan kecerdasan buatan (AI). Efisiensi yang dihasilkan bahkan mencapai 42 persen, berkat sistem otomatis dalam proses pemilahan dan pelabelan barang.

Inovasi ini diungkapkan oleh Direktur Pengembangan Bisnis PT Pos Indonesia, Prasabri Pesti, dalam keterangan resminya pada Sabtu (5/7/2025). Menurutnya, otomatisasi lewat robotic sorting dan auto labelling menjadi kunci utama dalam menciptakan logistik yang cepat, efisien, dan mampu bersaing di level global.

“Implementasi robotik dan AI telah mendorong efisiensi hingga 42 persen di proses sorting dan labeling,” jelas Prasabri.

Robotik dan AI Ubah Proses Logistik Pos Indonesia

Sejak 2023, Pos Indonesia mulai mengintegrasikan robotic sorting—sistem yang mampu memilah paket secara otomatis berdasarkan tujuan pengiriman. Setelah itu, perusahaan juga meluncurkan sistem auto labelling untuk mempercepat proses penandaan paket.

Dua sistem canggih ini terbukti menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan keakuratan dan ketepatan waktu pengiriman. Bahkan, kecepatan pemilahan meningkat 2,5 kali lipat dibandingkan metode manual, sementara kebutuhan tenaga kerja di bagian sorting bisa ditekan hingga 30 persen.

Saat ini, 150 robot sortir telah beroperasi di Jakarta dan Surabaya, serta akan segera hadir di Yogyakarta. Teknologi ini mampu menangani hingga 18.000 paket per jam dengan tingkat kesalahan sangat rendah, yakni hanya 0,7 per juta.

Pendapatan Logistik Meningkat Tajam

Transformasi digital ini juga berdampak pada performa bisnis. Portofolio pendapatan dari sektor logistik PT Pos Indonesia meningkat tajam—dari hanya 12 persen pada 2022 menjadi 41 persen pada akhir 2024. Hal ini menunjukkan pentingnya efisiensi di seluruh rantai distribusi, mulai dari sorting hingga pengiriman.

Prasabri juga menambahkan bahwa otomatisasi ini merupakan bagian dari roadmap sumber daya manusia, di mana para pegawai yang sebelumnya bertugas melakukan pemilahan dan pelabelan akan dialihkan ke fungsi kerja baru.

Kendaraan Listrik Jadi Strategi Efisiensi Berikutnya

Selain robotik dan AI, Pos Indonesia juga mulai fokus pada elektrifikasi armada. Dengan lebih dari 1.200 kendaraan roda empat dan 13.000 sepeda motor operasional, perusahaan menargetkan konversi penuh ke kendaraan listrik (EV) mulai tahun 2030.

Penggunaan kendaraan listrik dinilai mampu mengurangi biaya bahan bakar hingga 70 persen dan biaya pemeliharaan hingga 30 persen. Evaluasi internal juga menunjukkan bahwa penggunaan EV bisa memangkas total biaya logistik hampir 40 persen, asalkan kendaraan yang digunakan memiliki daya tahan untuk pemakaian intensif setiap hari.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru