Loading
Rapat kolaborasi pentahelix yang digelar di kediaman resmi Wali Kota Padang, Kamis (3/7/2025). (Foto:infosumbar)
PADANG, ARAHKITA.COM – Pemerintah Kota Padang terus mendorong transformasi kawasan wisata strategis demi memperkuat perekonomian masyarakat lokal. Salah satu fokus utamanya adalah Sungai Batang Arau, yang kini tengah menjalani proses revitalisasi besar-besaran agar tampil lebih tertata dan menarik sebagai destinasi unggulan.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Tri Hadiyanto, Sungai Batang Arau selama ini belum pernah ditata secara menyeluruh. Banyak struktur jeti kapal yang belum tertib, dan kondisi sedimentasi di muara sungai cukup menghambat aktivitas wisata air. Karena itu, pemerintah kota berinisiatif melakukan penataan total, dimulai dari pengerukan sedimen hingga pengaturan ulang posisi kapal dan dermaga.
“Kami ingin menjadikan Batang Arau sebagai magnet wisata baru di Padang. Penataan ini tidak hanya memperindah kawasan, tapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga,” ujarnya, Jumat (4/7/2025).
Pengerukan sedimen sungai dijadwalkan dimulai pada Senin (7/7) dan akan melibatkan dua alat berat dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V. Lokasi awal pengerukan membentang dari kawasan Seberang Palinggam hingga ke bawah Jembatan Siti Nurbaya.
Tri menekankan bahwa revitalisasi ini bukan penggusuran, melainkan bagian dari upaya strategis memperbaiki tata ruang kota dan memperkuat potensi wisata air. Ia pun mengajak masyarakat mendukung langkah ini karena manfaatnya akan dirasakan langsung dalam jangka panjang.
“Kami minta dukungan penuh dari warga. Ini bukan proyek penggusuran, tapi penataan kawasan supaya wisata hidup, ekonomi masyarakat pun ikut tumbuh,” jelasnya.
Sebagai bagian dari rencana jangka panjang, Pemkot Padang juga tengah menyusun desain penataan kawasan Sungai Batang Arau yang akan diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mendapatkan dukungan legal dan anggaran lanjutan.
Sementara itu, Syatriawan, Pejabat Pembuat Komitmen Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air dari BWS Sumatera V, menyampaikan bahwa pengerukan sedimen ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah kota dan pihaknya. Proyek ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut Hari Jadi Kota Padang ke-356 yang akan digelar di kawasan tersebut.
“Kami menargetkan pengerukan sepanjang 530 meter dari Jembatan Siti Nurbaya ke arah hulu selesai sebelum 3 Agustus. Kolaborasi ini penting agar dampaknya bisa dirasakan langsung oleh warga maupun sektor pariwisata Padang,” ujarnya dikutip Antara.