Loading
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/Spt)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah memberikan kabar menggembirakan bagi para pekerja migran Indonesia. Mulai tahun 2025, pekerja migran bisa mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp100 juta tanpa harus memberikan jaminan atau agunan tambahan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam pernyataan persnya di Jakarta, Kamis (3/7/2025).
“Pekerja migran kini dapat memanfaatkan fasilitas KUR tanpa jaminan hingga Rp100 juta. Dana ini bisa digunakan untuk membiayai proses keberangkatan ataupun pelatihan yang dibutuhkan sebelum bekerja di luar negeri,” ungkap Airlangga.
Program KUR bagi pekerja migran ini merupakan bagian dari tiga skema pembiayaan baru yang diluncurkan pemerintah tahun ini. Dua skema lainnya adalah KUR untuk sektor tebu rakyat dan KUR perumahan.
KUR: Kredit Ringan untuk Usaha Produktif
KUR merupakan program pembiayaan dari pemerintah yang bertujuan mendorong pelaku UMKM dan kelompok usaha produktif agar dapat berkembang melalui akses modal berbunga rendah. Dana KUR sepenuhnya berasal dari lembaga keuangan penyalur (baik bank maupun lembaga non-bank), namun mendapat subsidi bunga dari pemerintah.
Skema ini menyasar pelaku usaha yang secara bisnis layak (feasible), namun belum memenuhi syarat perbankan (belum bankable), atau tidak memiliki agunan tambahan.
“Dengan adanya penjaminan dan subsidi bunga dari pemerintah, agunan utama dalam KUR adalah usaha atau obyek yang dibiayai itu sendiri,” jelas Airlangga.
Target Penyaluran KUR 2025 Capai Rp300 Triliun
Untuk tahun 2025, pemerintah menargetkan penyaluran KUR maksimal hingga Rp300 triliun. Angka ini mempertimbangkan ketersediaan anggaran untuk subsidi bunga maupun subsidi marjin dari KUR.
Dengan kemudahan akses ini, diharapkan para pekerja migran tidak hanya siap dari sisi keterampilan, tetapi juga lebih mandiri secara finansial sejak awal keberangkatan.