Loading
Nama Cipularang ini diambil dari nama daerah yang dilintasi jalan tol Cipularang ini, yaitu Cikampek-Purwakarta-Padalarang. (Jabar iNews)
PEMBANGUNAN jalan tol ditujukan untuk meminimalisir kemacetan lalulintas dan mempercepat warga dalam beraktivitas baik bisnis maupun berbagai aktivitas lainnya. Masyarakat pun menyambutnya dengan senang hati karena tingkat mobilisasi masyarakat yang terus bertambah tinggi, tidak lagi mendapatkan banyak kendala yang serius di jalan raya.
Tapi, beriringan dengan waktu yang terus berjalan, kerap juga memunculkan efek lain, yakni banyaknya kecelakaan di jalan tol yang menelan korban nyawa yang tidak sedikit. Tujuan pembangunan jalan tol yang sedianya untuk mengurangi kemacetan lalulintas terutama saat libur dan mudik lebaran yang sudah menjadi tradisi di negeri ini, ternyata di hari-hari seperti itu, terjadinya tingkat kecelakaan yang begitu tinggi. Korban nyawa pun berjatuhan tak terhitung banyaknya dari tahun ke tahun.
Anehnya, kecelakaan itu sering terjadi di lokasi yang sama, sehingga masyarakat pun mengaitkannya dengan keberadaan makhluk halus, jin, hantu atau setan di tempat tersebut. Penulis mengulas dua jalan tol yang meski terhitung baru dibangun beberapa tahun, tetapi telah menelan korban nyawa yang sangat banyak.
Nama Cipularang ini diambil dari nama daerah yang dilintasi jalan tol Cipularang ini, yaitu Cikampek-Purwakarta-Padalarang. Dalam hal mana, jalan tol ini menghubungkan Cikampek, Kabupaten Karawang dan Bandung. Jalan tol ini selesai dibangun tahun 2005.
Hingga kini jalan tol Cipularang telah menelan banyak korban nyawa. Pada hari libur, terutama saat mudik lebaran, sudah terjadi banyak sekali kecelakaan di jalan tol ini. Ratusan nyawa sudah melayang. Kita tidak tahu, berapa kecelakaan lagi dan berapa banyak korban lagi yang harus termakan jalan tol ini.
Lalu, bagaimana dengan cerita mistisnya. Untuk ini, masyarakat pun mengulek aneka cerita yang berkaitan dengan kecelakaan itu. Bahwa sejak awal terjadinya pembangunan jalan tol Cipularang ini, para pekerja sudah sering mendengar banyaknya suara wanita yang menangis pilu di lokasi yang biasa terjadi kecelakaan.
Para pekerja pun bercerita bahwa dulunya saat sedang bekerja, dan waktu tidur malam, sering tubuh mereka berpindah-pindah ke tempat yang satu ke tempat yang lain, dan mereka tidak tahu siapa yang memindahkannya. Mereka pun yakin bahwa hantu yang memindahkan tubuh mereka saat sedang tidur.
Cerita mistis itu juga dikaitkannya dengan keberadaan gunung Raharjo yang lokasinya tidak jauh dari lokasi seringnya terjadi kecelakaan. Bahwasannya, di gunung itu sering dilakukan ritual pesugihan oleh warga yang ingin mendapatkan kekayaan materi. Jadi, masyarakat berasosiasi bahwa korban yang sering terjadi itu merupakan bentuk tumbal yang diminta jin di gunung itu.
Nama Cipali merupakan singkatan dari Cikopo-Palimanan yang terbentang sepanjang 116 km yang menghubungkan antara daerah Cikopo –Purwakarta dengan Palimanan, Cirebon, Jawa Barat.
Jalan tol ini diresmikan pada tahun 2015 dan sudah banyak sekali korban lalulintas yang berjatuhan di jalan tol ini dengan makan banyak korban nyawa.
Banyak kecelakaan itu membuat masyarakat mengaitkannya dengan keberadaan hantu di lokasi tersebut. Menurut cerita masyarakat sekitar, bahwa mereka sering mendengar suara aneh dan banyak makhluk halus bergentayangan di jalan tol tersebut. Makhluk halus itulah yang sering membuat para sopir tiba-tiba ngantuk lalu menabrak pembatas jalan atau saling menabrak dengan kendaraan lain.
Ada juga cerita mistis yang dikaitkan dengan kecelakaan di lokasi tersebut, yakni adanya legenda batu bleneng yang ada di pinggir jalan tol tersebut. Menurut cerita warga, batu bleneng itu banyak penunggu atau hantunya. Hantu-hantu penunggu batu bleneng itulah yang sering meminta tumbal nyawa dari para pengguna jalan tol.
Kalau itu benar terjadi, sungguh menyeramkan.