Misteri Pulau di Titik Nol Selatan Indonesia, Pulau Ndana Rote NTT


 Misteri Pulau di Titik Nol Selatan Indonesia, Pulau Ndana Rote NTT Di Pulau Ndana ada sebuah danau yang airnya berwarna merah seperti darah. (Metroterkini.com)

ANDA tahu titik nol selatan Indonesia adalah Pulau Rote. Titik perbatasan Indonesia adalah timur Merauke, barat Sabang dan Utara Miangas dan Selatan Rote. Di titik nol Selatan Indonesia ada satu pulau yang terletak paling selatan Indonesia, yaitu Pulau Ndana.

Pulau Ndana adalah sebuah pulau kecil tak berpenghuni. Yang menempati pulau Ndana hanya  31 orang satgas dari TNI Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Mereka menjalankan tugas negara untuk mengamankan pulau terluar Indonesia agar  tidak diganggu atau dicaplok negara lain.

Apabila Anda ke Rote dan bertanya dan meminta cerita tentang Pulau Ndana pasti langsung meluncur dari mulut warga Rote tentang betapa angker dan misterinya seputar Pulau Ndana. Pulau ini sangat indah, tetapi banyak kisah misterinya. Keindahan pulau tersebut seperti surga tersembunyi di selatan Indonesia

Kisah misteri Pulau Ndana dimulai dari perjalanan ke Pulau Ndana dengan perahu motor. Hanya orang asli yang boleh membawa perahu motor ke Pulau Ndana. Kalau bukan orang asli yang membawa, dijamin akan tenggelam. Dan banyak kisah nyata telah membuktikan itu. Perahu yang sampai ke pulau itu juga harus berputar dulu mengelilingi Pulau Ndana sebagai syarat penting, setelah itu baru boleh turun, jangan sampai ke pulau langsung turun sebelum berputar mengelilingi pulau.

Apabila Anda nongkrong malam hari sambil bermain gitar misalnya, jangan kaget kalau tiba-tiba ada anak kecil nongol di depan mata. Padahal, Anda tahu bahwa di pulau itu tidak ada penghuni, tidak ada keluarga dengan anak kecil  di Pulau Ndana.

Memang, di sekitar Pulau Ndana banyak sekali hantu laut berkeliaran dalam sosok manusia gaib atau hanya berupa cahaya lampu atau senter di sekitar pulau. Bagi para anggota satgas atau orang-orang yang sering ke pulau tersebut, pemandangan dan kejadian aneh dan misteri itu sudah biasa. Mereka tidak heran lagi. Para hantu laut kadang sudah dianggap sebagai saudara di malam hari oleh anggota satgas.

Ada kisah lain yang bikin merinding bulu kuduk bahwa dulunya Pulau Ndana dihuni warga Ndana sendiri. Tetapi, mereka lenyap karena terjadi perang dan pembantaian. Itu terbukti dari banyaknya tumpukan batu karang di tengah Pulau Ndana.

Menurut cerita para warga Desa Oeseli, Rote, bahwa dulunya di Pulau Ndana ada penghuni lokal ada penghuni pendatang, yang oleh warga di Desa Oseli, disebut ada Suku Selatan dan ada Suku Utara.  Suku Utara adalah suku pendatang dari Pulau Rote. Sedangkan  Suku Selatan adalah suku asli yang mendiami Pulau Ndana.Tetapi, karena ada peperangan dan terjadi pembantaian oleh Suku Utara maka lenyaplah warga asli Pulau Ndana yang disebut Suku Selatan.  Tumpukan batu adalah buktinya.

Kisah sejarah peperangan dan pembantian itu masih terus diceritakan sampai hari ini dan telah menjadi kisah turun temurun. Karena cerita tersebut diyakini kebenarannya, maka hingga hari ini orang Rote yang leluhurnya dulu membantai warga Pulau Ndana tidak boleh menginjakkan kakinya di Pulau Ndana. Roh atau arwah orang-orang Pulau Ndana yang dulu dibantai itu masih terus bergentayangan mencari pembalasan dendam dengan orang-orang Rote yang nenek myangnya dulu membantai orang Ndana.

Kisah misteri lain di Pulau Ndana adalah bahwa di Pulau Ndana itu banyak sekali hidup rusa. Mnurut cerita, rusa-rusa itu dulu dirawat oleh warga Pulau Ndana. Setelah orang Ndana dibunuh habis oleh orang Rote, rusa-rusa itu un berkeliharan sampai hari ini. Tetapi harus diingat bahwa rusa-rusa itu tidak boleh dibunuh atau ditembak.Orang yang membunuh akan hilang secara misterius.

Kalaupun Anda melihat ada rusa berkeliaran, Anda harus waspada karena rusa-rusa itu banyak rusa siluman yang tiba-tiba menghilang dan lenyap dari pandangan mata. Anda jangan kaget kalau rusa-rusa itu tiba-tiba muncul dan tiba-tiba menghilang tanpa diketahui kemana perginya. 

Ada hal aneh lain lagi bahwa di tengah pulau itu ada sebuah danau yang airnya berwarna merah seperti darah. Menurut kisah, air danau itu dulunya nrmal berwarna bening biasa, tetapi karena air danau itu dulunya dipakai oleh para pembunuh untuk mencuci parang atau golok, tombak dan busur yang dipakai untuk membantai warga asli Pulau Ndana maka air danau itu berubah menjadi merah seperti darah.

Jadi, air danau berwarna merah darah itu sebagai bukti dan saksi sejarah bahwa dulunya di pulau itu pernah terjadi perang dan pembantaian orang Rote terhadap warga asli Pulau Ndana.  

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Cerita Misteri Terbaru