Loading
Foto ilustrasi selebrasi Timnas Indonesia saat Melawan Taiwan. (Antaranews/Rizal Hanafi)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Timnas Indonesia akan menghadapi Lebanon dalam laga FIFA Match Day kedua yang digelar malam ini di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pukul 20.30 WIB.
Pertandingan ini menjadi ujian penting bagi tim Garuda setelah kemenangan besar 6-0 atas Taiwan pada laga sebelumnya di tempat yang sama.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyebut laga kontra Lebanon sebagai tolok ukur sesungguhnya bagi Timnas Indonesia. Ia menyoroti posisi FIFA kedua tim, di mana Indonesia menempati peringkat ke-118, sedangkan Lebanon berada di peringkat ke-112 dunia.
Pada pertandingan melawan Taiwan, pelatih Patrick Kluivert menerapkan formasi 4-2-3-1 dengan empat bek untuk pertama kalinya. Formasi tersebut menghasilkan dominasi penguasaan bola sebesar 69 persen dan 23 tembakan, meski hanya lima yang tepat sasaran. Erick menilai permainan sudah cukup bagus, namun penyelesaian akhir perlu diperbaiki karena sering terburu-buru.
Di sisi lain, dilansir Antara, pelatih Lebanon, Miodrag Radulovic, memandang laga ini sebagai kesempatan penting untuk regenerasi pemain muda The Cedars. Radulovic, yang kembali memimpin Lebanon sejak Desember 2023, mengaku sangat menghormati Indonesia. Dalam dua periode kepelatihannya, ia telah memimpin tim sebanyak 44 kali dengan catatan 16 kemenangan, 14 seri, dan 14 kekalahan.
Bagi Kluivert, pertandingan melawan Lebanon merupakan laga keenamnya sejak menggantikan Shin Tae-yong pada Januari 2025. Dari lima pertandingan sebelumnya, pelatih asal Belanda ini meraih tiga kemenangan dan dua kekalahan.
Pertandingan Timnas Indonesia versus Lebanon akan berlangsung pada Senin, 8 September 2025, pukul 20.30 WIB di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.