Kamis, 29 Januari 2026

UEFA Jatuhkan Denda ke Chelsea, Barcelona, dan Tiga Klub Lain karena Langgar Aturan Finansial


  • Sabtu, 05 Juli 2025 | 06:30
  • | Bola
 UEFA Jatuhkan Denda ke Chelsea, Barcelona, dan Tiga Klub Lain karena Langgar Aturan Finansial UEFA Denda Chelsea, Barcelona, dan Tiga Klub Lain karena Langgar Aturan Finansial. (UEFA.com)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - UEFA resmi menjatuhkan sanksi kepada lima klub besar Eropa karena melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) untuk periode keuangan 2023 dan 2024. Klub-klub yang dimaksud adalah Chelsea, Barcelona, Lyon, Aston Villa, dan AS Roma.

Dalam pernyataan yang dirilis Jumat (4/7), UEFA menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan keuangan dalam dunia sepak bola. Pelanggaran kelima klub ini terutama berkaitan dengan aturan Squad Cost Ratio (SCR), yang membatasi pengeluaran skuad hingga 80 persen dari total pendapatan klub pada 2024, dan akan diperketat menjadi 70 persen pada 2025.

Chelsea menjadi klub dengan sanksi terbesar, dikenai denda 20 juta euro atau sekitar Rp381 miliar. Jika gagal memenuhi target finansial di masa depan, klub asal London itu bisa dikenai denda tambahan hingga 60 juta euro. Barcelona juga menerima sanksi senilai 15 juta euro setelah sebelumnya berhasil menegosiasikan pengurangan dari potensi denda sebesar 60 juta euro.

Lyon didenda 12,5 juta euro, sementara Aston Villa menerima hukuman 11 juta euro. Meskipun telah menjual tim wanita mereka untuk menghindari pelanggaran yang lebih berat, UEFA tidak mengakui transaksi tersebut sebagai pendapatan sah.

AS Roma mendapat denda tiga juta euro dan tetap berada di bawah pengawasan UEFA karena kesepakatan penyelesaian yang ditandatangani sejak 2022.

Barcelona, yang masih menghadapi krisis keuangan, berupaya menghindari hukuman yang lebih berat dengan bernegosiasi langsung kepada UEFA. Klub Catalan itu menyoroti status kepemilikannya yang dimiliki oleh suporter sebagai kendala dalam meningkatkan profitabilitas.

Sementara itu, Chelsea dan Aston Villa dilaporkan melanggar regulasi karena menggunakan celah aturan PSR Liga Inggris dengan mencatatkan pendapatan dari transaksi internal, yang kini tidak lagi diakui UEFA.

Lyon dan Roma, yang sama-sama tengah menghadapi tantangan finansial, juga diharuskan mencatatkan keuntungan modal untuk menghindari sanksi lanjutan, termasuk pembatasan transfer dan larangan pendaftaran pemain untuk kompetisi Eropa.

UEFA, dilansir Antara, menegaskan bahwa seluruh klub telah menandatangani kesepakatan penyelesaian dengan periode pemantauan antara dua hingga empat tahun. Jika dalam periode itu target keuangan tidak tercapai, sanksi tambahan akan diberlakukan.

Langkah ini menunjukkan keseriusan UEFA dalam menegakkan disiplin keuangan dan menjaga stabilitas kompetisi di Eropa.

 

 

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Bola Terbaru