Tangan Kecil Pelaku UMKM Membangun NTT


 Tangan Kecil Pelaku UMKM Membangun NTT Kadis Ney Asmon saat menemani pelaku UMKM memgikuti pelatihan menjahit. (Foto: bulat.co.id)

Fransiscus Go adalah penggagas Lomba Karya Tulis Jurnalistik dengan tema “Membangun NTT dari Sisi Pendidikan, Ekonomi, dan Kesehatan”. Lomba ini terselenggara atas kerja sama Graha Mandiri Terpadu (GMT) Institute dan Yayasan Felix Maria Go (YFMG).

Oleh: Venansius Darung

DINAS Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UMKM kabupaten Manggarai Barat, NTT beberapa kali melakukan pelatihan bagi para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) di Labuan Bajo, Ibu kota kabupaten Pariwisata Super Premium kebanggaan masyarakat NTT. Kadis Nakertrans, Theresia P. Asmon, mengatakan, UMKM di Labuan Bajo Manggarai Barat bertumbuh pesat.

Perempuan yang akrab disapa Ney Asmon itu mengatakan jumlah UMKM yang ada dan terdata di kantornya berjumlah 8.434 UMKM. Pihaknya terus berusaha keras menumbuhkan ekonomi daerah lewat tangan tangan pelaku UMKM. Juli lalu, Dinas Nakertrans telah menggelar berbagai pelatihan yang diikuti oleh sejumlah pelaku UMKM.

Melalui Balai Latihan Kerja (BLK), Nakertrans berhasil melaksanakan kegiatan pelatihan-pelatihan yang menunjang Pariwisata Labuan Bajo.BLK sendiri tidak hanya menjadi milik Pemerintah tetapi, juga dimiliki oleh komunitas yang mendukung perkembangan Pariwisata di Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo Flores. Kabupaten Manggarai Barat sendiri memiliki enam unit BLK. Diantaranya, satu unit milik pemerintah dan lima unit milik komunitas.

Lima unit BLK milik komunitas itu adalah BLK Tekhnologi, Informasi dan Komunikasi (TIK), BLK Bahasa, BLK Tata Rias, BLK Busana, BLK Kuliner.Untuk memfasilitasi sarana dan prasarana dan instruktur yang ada di BLK tersebut, pemerintah menggunakan APBN. Pemkab Manggarai Barat Optimalkan BLK Dukung Pariwisata Labuan Bajo

Hampir semua eks BLK sudah bekerja, tidak hanya di pemberi kerja tapi juga wirausaha Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengoptimalkan berbagai pelatihan yang ada di Balai Latihan Kerja (BLK) baik milik pemerintah maupun komunitas untuk mendukung perkembangan pariwisata di daerah pariwisata super prioritas (DPSP) Labuan Bajo, Flores."Semua pelatihan yang ada di BLK kami asesmen sesuai kebutuhan pasar pariwisata," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan UMKM Manggarai Barat, Theresia Asmon di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Senin, (14/11/2023).

Manggarai Barat memiliki enam buah BLK yang terdiri dari satu unit BLK milik pemerintah dan lima unit BLK milik komunitas. Lima unit BLK milik komunitas yakni BLK Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), BLK Bahasa, BLK Tata Busana, BLK Tata Rias, dan BLK Kuliner. Pemerintah menggunakan APBN untuk memfasilitasi sarana prasarana dan instruktur yang ada di semua BLK tersebut.Jenis pelatihan yang ada di setiap BLK dilakukan berdasarkan asesmen dari pemerintah bersama dunia usaha dan industri. BLK yang ada di Manggarai Barat pun aktif bersinergi satu sama lain untuk memenuhi kebutuhan dunia industri."Jadi kita lihat apa lowongan kerja yang paling tinggi dibutuhkan di hotel, itu yang kami latih, misalkan food and beverage service atau culinary, ya itu yang kami latih," ujarnya.

Theresia menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mengoptimalkan BLK yang ada guna memberikan pelatihan berbasis kompetensi kepada anak-anak muda daerah.Ia menyebut Labuan Bajo telah ditetapkan sebagai daerah pariwisata super prioritas sehingga mutlak membutuhkan keberadaan sumber daya manusia lokal yang mahir dan bisa menjawab kebutuhan pariwisata."Pertumbuhan pariwisata Labuan Bajo ini sangat cepat, jadi pelatihan di BLK ini diharapkan membuat anak-anak muda adaptif dan mahir bersaing," kata Theresia.

Tidak sekadar sebagai sebuah gedung pelatihan, BLK memiliki para instruktur profesional dan bersertifikat untuk membantu para peserta pelatihan siap terjun ke dunia kerja.Usai mendapatkan pelatihan, ada uji kompetensi yang harus dijalani oleh para peserta. Dengan demikian para peserta dapat mengantongi sertifikat uji kompetensi apabila lulus sehingga siap bekerja baik dalam dunia industri maupun wiraswasta."Hampir semua eks BLK sudah bekerja, tidak hanya di pemberi kerja tapi juga wirausaha," ujar Theresia.

Tantangan Pelaku UMKM di Era DigitalPerubahan zaman yang begitu pesat yang ditandai oleh berkembanganya sarana informasi menjadi peluang sekaligus tantangan bagi para pelaku UMKM.Seperti halnya para pelaku UMKM di Labuan Bajo Manggarai Barat.

Namun, Pemerintah kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas terkait, telah mensiasati hal itu.Nakertrans Manggarai Barat telah menyediakan beberapa aplikasi penjualan bagi para pelaku UMKM di Labuan Bajo.Sementara itu, Dinas Kominfo Manggarai Barat telah mengadakan kegiatan Gali Ilmu Literasi Digital yang merupakan bagian dari Program Indonesia Makin Cakap Digital.

Kegiatan ini diadakan untuk memberikan edukasi tentang teknologi digital kepada masyarakat.Untuk wilayah Labuan Bajo, program tersebut menyasar UMKM dan masyarakat yang sehari-hari bersinggungan langsung dengan aplikasi di sosial media baik untuk berjualan maupun berkomunikasi.

Kepala Bidang Data dan Statistik Dinas Kominfo Manggarai Barat, Alfonsa Ndagu mengatakan Dengan ditetapkannya Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas, UMKM harus bijak dalam membuat konten dan menjaga data.

Sementara itu, MenkopUKM RI turut andil dalam mendukung pelaku UMKM di Labuan Bajo Manggarai Barat dengan menyediakan Rumah Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).Penyedian rumah PLUT itu telah direncanakan pada tahun 2022 lalu.Kata Kadis Ney Asmon, PLUT itu disediakan karena melihat perkembangan UKMM di Labuan Bajo yang bertumbuh pesat.

Dia juga menjelaskan Dalam peraturan pemerintah itu menyebutkan, setidaknya fasilitas publik sebesar 30 persen itu diberikan areal untuk promosi UMKM.Menurut dia, hal Itu yang sedang dilakukan oleh Pemkab Manggarai Barat guna memberikan insentif bagi perusahaan yang memfasilitasi UMKM.Putra kedua mantan Presiden Soesilo Bambang Yudjoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas dalam disertasinya yang berjudul Strategi Pembiayaan dan Investasi untuk Pengembangan Pariwisata Terpadu yang Berkelanjutan dan Inklusif.

Ibas menjelaskan, pemilihan disertasi dengan topik pengembangan pariwisata terpadu dilatarbelakangi karena dianggap selama ini belum ada studi khusus pengkajian strategi pembiayaan dan investasi untuk pengembangan pariwisata terpadu, inklusif, dan berkelanjutan, terutama dengan UMKM.Dalam disertasinya, Ibas juga mengatakan, menganalisis estimasi dampak pariwisata terhadap perekonomian dan kesejahteraan serta merumuskan strategi pembiayaan dan investasi yang sesuai untuk pariwisata terpadu yang berkelanjutan dan inklusif di Kawasan Pariwisata Labuan Bajo.Menurut dia, penyertaan aspek inklusi keuangan, kemitraan, dan organisasi, serta adopsi teknologi dilakukan sebagai upaya meningkatkan pendapatan usaha di Kawasan Pariwisata Labuan Bajo.

Kata Ibas, Kawasan Pariwisata Labuan Bajo yang inklusif dapat dicapai melalui peningkatan investasi, tidak hanya mengandalkan pembiayaan pemerintah melalui APBN dan APBD,Rensi Wea, salah satu jebolan BLK Kuliner yang sekarang berjualan makanan tradisonal di Labuan Bajo Manggarai Barat.Rensi menceritakan, pendapatanya sehari bisa sampai 1 juta atau bahkan lebih per hari.

Kata Rensi, saat penyelenggaraan KTT di Labuan Bajo pada mei lalu, ia berhasil meraup keuntungan sebesar 70 juta.Rensi menjual nasi nya yang ia kemas dalam kotak seharga 35 ribu hingga 50 ribu per kotak.Hal serupa dirasakan oleh Donata Sin, pelaku UMKM yang bergerak di bidang tenun ikat.

Kata Donata, dia tidak hanya keuntungannya lewat penjualan lain tenun, Songke tetapi juga ia turut mempromosikan keindahan budaya Manggarai NTT kepada dunia.Kain tenun Donata dibeli oleh para wisatawan yang berwisata di Labuan Bajo Manggarai Barat.Menurut dia, ia turut menjaga, melestarikan dan mewariskan budaya Manggarai.

Artikel ini sudah pernah tayang di Bulat.co.id dengan judul “Tangan Kecil Pelaku UMKM Membangun NTT”. Telah dimuat di buku:“K e p a k S a y a p N T T d i U j u n g P e n a J u r n a l i s”

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Arah Preneur Terbaru