Tiga Orang Muda Geluti Bisnis dan Usaha Mandiri


 Tiga Orang Muda Geluti Bisnis dan Usaha Mandiri

Fransiscus Go adalah penggagas Lomba Karya Tulis Jurnalistik dengan tema “Membangun NTT dari Sisi Pendidikan, Ekonomi, dan Kesehatan”. Lomba ini terselenggara atas kerja sama Graha Mandiri Terpadu (GMT) Institute dan Yayasan Felix Maria Go (YFMG).

Oleh: Christoforus Hayon

MENJADI  seorang wirausahawan atau pemilik bisnis yang sukses adalah impian semua orang. Apa lagi  itu  merupakan  usaha sendiri. Tapi itu tidak berarti bebas tantangan. Menjadi pebisnis yang sukses pun membutuhkan usaha dan tekad yang kuat karena akan hadir banyak pesaing.

Jadi, tanpa persiapan yang matang dan juga berkemampuan memanfaat perkembangan digital yang semakin modern, besar kemungkinan bisnis yang dirintis akan berakhir dengan kegagalan.

Seperti yang dilakukan tiga mahasiswa Politeknik Negeri Kupang yang tidak pernah merasa malu dalam menjalan usaha demi memenuhi kebutuhan hidup mereka  sehingga tidak bergantung sepenuhnya pada  orang tua.

Dengan perkembangan digital dan kemajuan teknologi saat ini membuka peluang lebar bagi banyak orang  untuk memanfaat kemajuan digital untuk menjalankan usaha kecil-kecilan. Dengan teknologi digital ini membawa kemudahan  untuk dimanfaatkan oleh mereka yang kreatif dalam  mengembangkan bisnis kecil-kecilan melalui  berbagai platform yang tersedia dalam   membantu usaha yang dijalankan.

Atas dasar pemahaman ini  tiga orang  muda,  Ferdisiana  Aden,  Agnes Leo Talllo , dan Agnes Bunga  berusaha menjalankan usaha kecil-kecilan  yang digeluti mereka pada sektor usaha masing-masing.

Ketiga orang  muda itu saat ini masih duduk dibangku kuliah semester enam (6)   Politeknik Negeri  Kupang program studi (Prodi) Administrasi Bisnis memanfaatkan semua peluang yang ada pada berbagai platform yang tersedia dalam  menjalani usaha kecil-kecilan guna memasarkan atau mempromosikan produk yang dihasilkan mereka  secara online melalui Medsos  baik itu whatsaap, facebook maupun youtube dan tik tok.

Tidak hanya itu, selain onl1ine mereka juga  tidak malu dan gensi memasarkan produk mereka secara offline.

Dalam perbincangan santai pada sebuah ajang  olah raga  Karate  di lokasi GOR Oepoi, pukul 15 :32 Wita  dipelataran GOR Oepoi. Ketiga wanita yang masih remaja  ini  hadir untuk menamani teman meraka yang sedang  bersama.ibunya menjajahkan jualan bagi pengunjung pada  iven tersebut  menceritakan akan kesuksesan usaha. yang digeluti oleh mereka masing-masing.

Dalam tanya jawab mereka  menuturkan, bahwa dalam melakukan sebuah usaha intinya memiliki niat dan  tidak boleh malu , gengsi dan ego serta  dapat  memanfaatkan peekembangan digital saat ini secara baik.  Karena kondisi kehidupan keuangan sekarang sangat sulit , maka setiap  peluang yang ada harus dimanfaatkan secara baik.

"Dengan perkembangan digital yang ada adalah peluang usaha yang besar, sehingga  perlu dimanfaatkan secara baik ," kata Agnes  Bunga yang saat menekuni usaha kuliner berupa snack.

Ia menjelaskan  dirinya sudah 3 tahun menggeluti usahanya, kehadirannya  pada lokasi itu untuk membantu temannya berjualan,  namun usaha yang dijalankannya  sendiri lebih menggunakan platform digital  dengan memanfaatkan Medsos  dalam mempromosikan dan menjual  produknya.

Ia  mengungkapkan, dirinya diusia muda memilih untuk bergeliat melakukan usaha kecil, karena dapat mengembangkan dirinya sesuai keilmuan yang dilakoni serta bisa memberikan dampak pendapatan yang positif.

"Dalam pemanfaatan digital untuk usaha sangat menguntungkan, karena banyak kemudahan yang  dapat kita lakukan dalam mempromosikan   produk kita secara online," ujarnya.

Ia menambahkan  paling utama   dalam sebuah usaha tentu mengasah kreatifitas dirinya dalam memanfaatkan Medsos yang ada.  Apa lagi melalui program Pemerintah Kota Kupang yang terus mendorong pelaku UMKM  Kota Kupang untuk berkembang, sebab UMKM adalah salah penggerak ekonomi daerah.

Sementara itu Agnes Tallo mengatakan saat ini UMKM terlibat dalam pertumbuhan ekonomi di Kota Kupang. Selain dirinya,  banyak anak muda yang berminat untuk memanfaatkan peluang usaha di  kota itu. Karena dengan perkembangan teknologi saat ini tentunya  adalah sebuah peluang  yang muda  untuk  usaha mikro.

Dirinya mengaku  melalui usaha  kuliner yang digelutinya  mampu membantu membiayai  kebutuhan   kuliahnya. "Ya kalau sebuah usaha ditekuni dengan niat maka hasilnya pun tak muluk-muluk. Terpenting saat ini adalah kita anak muda tidak perlu gengsi dan ego, dan harus punya kreatif dalam memanfaat media sosial yang ada secara baik.  Kita di Kota Kupang ini terbatas lahan tani, sehingga kita perlu cermat melihat dan memanfaatkan peluang usaha," pungkasnya.

Hal senada dikatakan Ferdisiana Aden, bahwa dalam melakukan sebuah usaha tidak perlu gengsi dan ego dan bisa memanfaatkan media sosial secara baik.

Ia menuturkan usaha yang dilakukan ini awal beemaksud hanya membantu ibunya, namun dengan berjalanya waktu, ia tertarik  dan memiliki niat untuk menekuninya  hingga  saat ini.

"Awalnya karena ikut membantu mama, namun sejak 2 tahun terakhir ini saya bisa membuka sendiri dari modal yang didapat dan puji Tuhan ini membantu pendapatan untuk kuliah dan bisa membiayai diri sendiri," jelasnya.

Selain menjajal usaha di GOR, Ia  juga membuka usahanya di lokasi Car Frre Day di Jalan El Tari pada setiap hari Sabtu. "Jujur saja pendapatan bisa dikatakan lumayan, dan tentu ini membantu sekali," ujarnya.

Miliki Inovasi dan  Perkembangan

Motivator UKM, Rikardus Outneil Yunatan   mengatakan dalam menjalankan sebuah usaha,  salah satu hal yang harus ada yakni memiliki inovasi  dengan menyesuaikan keadaan atau perkembangan  yang terjadi.

Oleh karena itu apa yang dilakukan oleh mereka sebagai orang muda  tentunya patut diberikan apresiasi.Karena  dalam.melakukan sebuah bisnis atau usaha  kuncinya adalah niat dan keberanian.

Karena pebisnis pemula  harus  berpatokan pada perencanaan  dan  siap dengan kondisi persaingan. Pasalnya, pasar kita sudah pasti dimana kita berproduksi atas dasar pesanan, sehingga tidak perlu memikirkan barang yang kita buat laku atau tidak laku.  Namun tentunya yang perlu diingat  pembisnis diera yang bergerak cepat saat ini perlu  pelajari dan adopsi teknologi yang relevan dengan bisnis  anda. Misalnya, penggunaan media sosial untuk pemasaran, software akuntansi untuk manajemen keuangan, atau platform e-commerce untuk penjualan.

Dunia yang bergerak cepat mengharuskan Anda terus belajar. Ikuti kursus online, seminar, atau webinar serta pelatihan untuk memperbarui pengetahuan dan keterampilan dengan memanfaatkan media sosial.Karena media sosial adalah alat pemasaran yang kuat. Tentukan platform mana yang paling sesuai dengan target pasar Anda dan buat strategi pemasaran yang efektif.

Karena  dalam.melakukan sebuah bisnis atau usaha  kuncinya adalah niat dan keberanian. Karena dalam melakukan sebuah usaha  lebih baik  " jata gagal dimasa muda sehingga tidak tersisah gagal di masa tua "

UMKN Bagian Terpenting Perekonomian

Berbicara soal UMKM juga merupakan bagian terpenting dalam  menyediakan lapangan kerja dan pendapatan bagi masyarakat.

Menurut CEO GMT Institute Jakarta, Ir. Fransiscus Go, SH,   yang saat  ini menjadi  seorang pengusaha asal Timor yang berkiprah di  ibukota Jakarta,  mewacanakan pemberdayaan ekonomi mikro, kecil, menengah, guna menjaga stabilitas perputaran uang di daerah, dengan mengandalkan tingkat partisipasi pelaku ekonomi, dan pemanfaatan produk lokal sebesar – besarnya

Untuk itu,  kata Frans Go, peran  pemerintah daerah melalui sejumlah SKPD terkait sangat diperlukan dalam , mendukung upaya pemberdayaan sesuai tupoksinya masing – masing dan melakukan pendampingan finansial, pendampingan produksi dan kemasan, pendampingan pemasaran bagi para pelaku UMKM.

Apa lagi bagi kuam muda yang memilki kreatif dalam memanfaat media sosial yang ada secara baik untuk pegembangan sebuah usaha kecil-kecilan . Maka pemerintah daerah bisa melakukan kegiatan kemudahan regulasi dan evaluasinya, guna memacu akselerasi peningkatan usaha UMKM daerah. Diperlukan upaya – upaya dan terobosan kreatif untuk menciptakan produk unggul daerah, sebagai wujud nyata keaktifan UMKM daerah tersebut.

Peran pemerintah daerah ialah memacu dan menciptakan sentra – sentra UMKM unggul, untuk dikembangkan lebih baik lagi. Dalam hal ini, pemerintah daerah bisa melakukan kewenangan intervensinya,” sebut Frans Go seperti  dilansirkan media ini  belum lama 

Frans Go  yang juga merupakan Ketua  Yayasan Felix Maria Go (YFMFG ) ,  mengatakan UMKM digiatkan mulai dari level desa sebagai lingkup terkecil, sekaligus ujung tombak. Desa dipacu untuk menjadi desa mandiri yang giat dalam ekonomi. Penting sekiranya kepala desa dan jajarannya untuk melihat dan mengembangkan potensi di desa tersebut, sehingga menjadi produk lokal unggulan. "UMKM  memiliki.peran penting dalam  peekonomian,"  tutupnya. (***)

Artikel ini sudah pernah tayang di Metronewsntt.com dengan judul: “Tiga Orang Muda Geluti Bisnis dan Usaha Mandiri". Telah dimuat di buku: “K e p a k S a y a p N T T d i U j u n g P e n a J u r n a l I”

 

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Arah Preneur Terbaru