Loading
Agustinus Olgerius Moat Ngatong, remaja berusia 15 tahun asal Desa Hebing, Kecamatan Mapitara saban hari menjual rujak, dan mangkal di Jl. Ahmad Yani kota Maumere. (Foto-Foto: Arahkita/VJ Chabarezy Jr)
MAUMERE, ARAHKITA.COM – Agustinus Olgerius Moat Ngatong, remaja berusia 15 tahun asal Desa Hebing, Kecamatan Mapitara saban hari menjual rujak, dan mangkal di Jl. Ahmad Yani kota Maumere, tepatnya di depan kompleks Markas Besar Polres Sikka. Dari usaha ini Olgerius mengaku setiap bulannya meraup keuntungan hingga belasan juta rupiah.
Dalam percakapan dengan media ini, Kamis (9/12/2021) di lapaknya, Olgerius menceritakan dirinya rela meninggalkan kampung halaman demi mengadu nasib di kota Maumere. Usaha mulai dilakoninya sejak 8 bulan yang lalu. Sehari, dia bisa mendapatkan keuntungan Rp500.000–Rp700.000 dengan harga per mika Rp10.000. Coba, kalikan saja sebulan, Rp 700.000 x 30 hari, maka bisa mencapai Rp 21.000.000. Wouw, omzetnya menggiurkan dan tentu untung besar pun didapatnya.
"Saya jualan rujak di sini sudah 8 bulan, satu hari saya bisa dapat 500 ribu rupiah, itu kalau sepih, tapi kalau pembelinya rame bisa sampai 700 ribu rupiah,"cerita Olgerius.
Disinggung soal bahan-bahan untuk membuat rujak, ia mengatakan bahwa untuk buah-buahan, bersama kakaknya setiap pagi membeli di Pasar Alok dengan modal belanja Rp 250.000 perhari.
"Bahan-bahan ini saya dengan Kaka belanja di pasar Alok setiap pagi. Kami belanja sekitar Rp200 ribu hingga Rp 250 ribu. Kemudian kami kupas dan bersihkan di rumah. Selanjutnya dipacking dalam kertas mika dan siap untuk dijual dengan satu mika seharga sepuluh ribu rupiah," ungkap dia.
Hasil dari penjualan rujak tersebut ia setor ke kakaknya untuk ditabung dan sisanya digunakan untuk membayar kos serta kebutuhan hidup sehari-hari.
Salah satu pelanggan asal Nita Lalat, Fransiska Lanti.
Ditanya motivasinya berjualan rujak, ia mengatakan pekerjaannya tidak terlalu berat tapi mendapatkan keuntungan yang cukup menjanjikan.
Setiap hari ia mulai jualan dari pukul 09.00-16.00 WITA dan pasti semuanya laku terjual. “Pelanggannya ramai, apalagi kalau musim panas,”ujar anak kedua dari enam bersaudara pasangan Gradus Guido dan Theresia Mani ini.
Dari penghasilan ini ia sisipkan untuk membantu membiaya adik-adiknya yang masih sekolah di kampung.
Dalam kesempatan tersebut salah satu pelanggan asal Nita Lalat, Fransiska Lanti yang sedang membeli rujak, kepada media ini mengatakan dirinya menjadi pelanggan dan sering membeli rujak tersebut. Kata Fransiska, rujaknya enak, komposisi buah-buahannya pas dan mantap rasanya. sehingga pas ke kota Fransiska pasti datang membeli rujak tersebut.
"Rujaknya enak saya suka, campuran bahan-bahan atau buah buahannya juga pas sehingga saya sering beli di Ade ini walaupun jauh dari Nita tapi kalau datang ke kota pasti saya langsung mampir dan beli rujak ini," kata Nona hitam manis.