Kamis, 22 Januari 2026

Ahli Gizi Ungkap Daftar Makanan yang Tidak Boleh Dipanaskan Ulang


 Ahli Gizi Ungkap Daftar Makanan yang Tidak Boleh Dipanaskan Ulang Ilustrasi tips memilih tempat bekal makanan yang tahan panas. (Antara/Doc.ruparupa.com)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kebiasaan memanaskan makanan berulang kali ternyata tidak selalu aman. Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengingatkan bahwa sejumlah jenis makanan sebaiknya tidak dipanaskan ulang karena dapat merusak kandungan gizi hingga memicu terbentuknya zat berbahaya bagi kesehatan.

Menurut Rita, makanan yang sebelumnya telah diolah menggunakan suhu tinggi berisiko mengalami penurunan kualitas gizi jika kembali dipanaskan. Bahkan, dalam kondisi tertentu, proses tersebut bisa memicu pembentukan senyawa karsinogenik.

“Jika makanan sudah diolah dengan suhu tinggi lalu dipanaskan kembali, akan terjadi penurunan zat gizi, kerusakan nutrisi, dan bisa muncul zat baru yang bersifat karsinogenik atau membuat lemak menjadi sangat jenuh,” ujar Rita saat ditemui di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Ia menjelaskan, menghangatkan makanan sebenarnya masih aman selama dilakukan pada suhu rendah dan dalam waktu singkat. Masalah muncul ketika makanan dipanaskan hingga mendidih atau digoreng ulang dalam waktu lama.

“Menghangatkan sampai sekitar 60 derajat Celsius tidak merusak gizi. Namun, jika dipanaskan terlalu lama apalagi digoreng ulang, risikonya jauh lebih besar,” jelas Ketua Pengurus Pusat Indonesian Sport Nutritionist Association (PP ISNA) periode 2019–2024 itu.

Rita menekankan bahwa makanan yang digoreng, terutama dengan metode deep frying dan penggunaan minyak berulang, termasuk kategori paling berisiko. Proses tersebut tidak hanya menurunkan nilai gizi, tetapi juga memicu terbentuknya senyawa berbahaya.

Selain itu, makanan yang dibakar dan pangan olahan juga sebaiknya tidak dipanaskan kembali. Menurutnya, pangan olahan seperti sosis, kornet, dan daging olahan telah melalui proses pemanasan panjang sejak awal.

“Pangan olahan itu prosesnya sudah panjang dan melibatkan suhu tinggi, sehingga tidak disarankan untuk dipanaskan ulang,” tuturnya seperti dikutip dari Antara.

Ia juga mengingatkan bahaya memanaskan ulang makanan yang mengandung nitrat tinggi. Zat ini dapat berubah menjadi nitrit saat dipanaskan, yang berbahaya bagi kesehatan pembuluh darah dan bersifat karsinogenik.

“Nitrat jika dipanaskan bisa berubah menjadi nitrit. Ini sangat tidak baik untuk kesehatan dan berisiko memicu kanker. Contohnya bayam, kale, sayuran hijau, dan kentang,” kata Rita.

Sementara itu, makanan berprotein masih relatif aman dipanaskan ulang asalkan sebelumnya diolah dengan metode suhu rendah seperti direbus, ditumis ringan, atau dioseng sebentar.

“Telur rebus yang hanya dihangatkan sebentar itu tidak masalah. Telur orak-arik dengan suhu kecil juga masih aman. Yang perlu dihindari adalah telur goreng yang dipanaskan ulang,” jelas Dosen Pascasarjana Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Faletehan tersebut.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lifestyle Terbaru