Vitiligo: Bercak Putih Mirip Panu tapi Tidak Menular


 Vitiligo: Bercak Putih Mirip Panu tapi Tidak Menular dr Elfarini, Dokter di RSUD Halmahera Selatan. (Arahkita/Apriyanto Daud)

Oleh: dr Elfarini, Dokter di RSUD Halmahera Selatan

VITILIGO merupakan suatu penyakit dengan ciri khas, yaitu bercak putih seperti warna kulit yang memudar pucat akibat hilangnya sel penghasil zat pigmen pada tubuh. Vitiligo tergolong penyakit yang berlangsung jangka panjang (kronis). Meskipun dapat menyerang semua orang, vitiligo umumnya terjadi sebelum usia 20 tahun, dan lebih jelas terlihat pada orang yang berkulit hitam.

Terdapat Tiga kemungkinan utama mengenai mekanisme terjadinya kerusakan pada melanosit (sel penghasil zat pigmen pada tubuh.

* Kelainan genetik yang diturunkan.

* Penyakit autoimun, yaitu suatu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel tubuh yang sehat, termasuk sel pigmen tubuh.

* Stres, kulit terbakar akibat sinar matahari, atau paparan bahan kimia yang juga diduga dapat memicu terjadinya vitiligo

Gejala Vitiligo pada awalnya seperti muncul bercak berdiameter 5 mm hingga ≥5 berwarna seperti “Kapur” atau putih pucat. Vitiligo berkembang secara bertahap dan dapat berhenti. Penyakit ini umumnya simetris terdapat di kedua sisi tubuh. Vitiligo cukup jarang ditemukan hanya muncul di salah satu sisi tubuh. Umumnya jenis vitiligo sepertini selanjutnya berkembang menyebar selama 1-2 tahun berikutnya, lalu berhenti. Kemunculan bercak putih pucat ini umumnya dimulai pada bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari, seperti wajah, bibir, tangan dan kaki, kemudian menyebar ke bagian tubuh lain. Segera temui dokter bila warna rambut, kulit, atau mata memudar. Penanganan tepat pada tahap awal dapat menghambat perkembangan penyakit ini.

Dokter dapat menduga pasien terkena vitiligo bila terdapat gejala-gejala khas vitiligo yang telah disebutkan tersebut. Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan yang lebih detail, salah satunya dengan menggunakan lampu Ultraviolet. Pasien akan diminta untuk memasuki sebuah ruangan gelap. Kemudian, lampu ultraviolet akan diletakkan pada jarak 10-13 cm dari kulit. Lampu ultraviolet akan memudahkan dokter melihat bercak vitiligo, dan menyingkirkan kemungkinan penyakit kulit lain seperti panu. Dokter juga akan menyarankan pasien untuk memeriksakan tes darah, karena pada beberapa kasus, vitiligo dapat terkait dengan penyakit autoimun.

Pengobatan vitiligo bertujuan untuk mengembalikan warna kulit seperti semula. Perlu diketahui, butuh waktu berbulan-bulan agar pengobatan efektif. Hasil pengobatan pun sangat beragam pada setiap pasien. Konsultasikan dengan dokter mengenai jenis pengobatan yang tepat.

Beberapa metode pengobatan dapat menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, dokter akan menganjurkan pasien untuk terlebih dahulu menggunakan tanning lotion atau losion penggelap kulit. Dokter juga akan menyarankan pasien memakai tabir surya dengan SPF 30 atau lebih untuk mencegah kerusakan kulit yang lebih parah akibat paparan sinar matahari.Apabila cara di atas tidak efektif, dokter kulit akan menyarankan metode lain, meliputi:

Obat-obatanMeskipun belum ada obat yang dapat menghentikan perkembangan vitiligo, beberapa obat berikut ini dapat mengembalikan warna kulit pasien, yang pertama adalah Krim atau salep kortikosteroid ( betametason, fluticasone, dan hydrocortisone.) Kortikosteroid tidak boleh digunakan pada ibu hamil, atau pasien dengan vitiligo di wajah..

Terapi sinar UVTerapi sinar UV atau fototerapi dipilih bila vitiligo telah menyebar luas, dan tidak bisa ditangani oleh obat oles. Fototerapi dilakukan dengan memaparkan sinar ultraviolet A (UVA) atau B (UVB) ke area kulit yang terserang vitiligo. Sebelum fototerapi, pasien akan diberi psoralen yang digunakan pada kulit, agar kulit menjadi lebih sensitif pada sinar UV. Pasien membutuhkan 3 kali terapi dalam seminggu, selama 6 sampai 12 bulan.

Prosedur bedahProsedur bedah dilakukan bila fototerapi tidak efektif pada pasien. Tujuan bedah adalah untuk mengembalikan warna yang normal pada kulit yang terkena vitiligo. Sejumlah metode bedah untuk menangani vitiligo adalah:

MikropigmentasiMikropigmentasi dilakukan dengan menanam pigmen ke kulit yang terkena vitiligo. Prosedur ini paling efektif untuk menangani vitiligo pada bibir dan kulit di sekitarnya. Mikropigmentasi perlu diulang tiap beberapa tahun agar warna kulit yang normal dapat dipertahankan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru