BPK PENABUR Ajarkan Penghargaan Keberagaman dan Metode Core Competence


  • Sabtu, 22 Juni 2019 | 17:20
  • | News
 BPK PENABUR Ajarkan Penghargaan Keberagaman dan Metode Core Competence Jambore Penggalang SMPK PENABUR (Ist))

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Merangkul Keberagaman menjadi tema kegiatan Jambore yang rutin dilakukan tiap tahunnya oleh BPK PENABUR di Bumi Perkemahan Cibubur, 20 - 21 Juni kemarin. Kali ini kegiatan alam tersebut, diikuti 17 sekolah dengan 2.372 siswa dari kelas 7, serta didampingi 261 guru dan 276 dewan penggalang.

Ketua BPK PENABUR Jakata, Ir. Antono Yuwono, mengatakan, tak hanya dalam hal kebudayaan dan keterampilan, peserta juga dididik dan diajarkan untuk peduli dan berbagi kepada sesama. Misalnya dengan kegiatan mengumpulkan buku untuk disumbangkan kepada Taman Bacaan Sumber Ilmu, Cisarua, Bogor.

“Setelah kami lakukan banyak studi, seminar dan penelitian yang melibatkan ahli di bidang pendidikan kami menyimpulkan hal utama yang dibutuhkan siswa untuk masa depannya adalah dasar kompentensi, kecerdasan sosial, kemampuan untuk bersosialisasi, kemampuan untuk berkoordinasi dan bekerjasama di lingkungan mereka,” papar Antono yang juga bertindak sebagai Pembina Upacara Jambore tersebut.

Karenanya, menurut Antono Yuwono, BPK PENABUR lebih menekankan langkah-langkah metode pembelajaran yang bisa membantu siswa mencapai itu lebih baik lagi. Itu semua kita balut dalam kerangka besar keragaman Indonesia. Kita tetap selalu mendengungkan dan membangkitkan kebanggaan dan kecintaan akan Indonesia, menanamkan siswa-siswa untuk selalu bertengang rasa dan berteman dengan latar belakang yang berbeda”, kata Antono.

Lebih lanjut ia menjelaskan, core competence yang terdiri dari kemampuan berpikir kreatif, kritis, kolaborasi dan koordinasi, sangat diperlukan untuk generasi muda jaman now. Formula ini diyakini para pakar pendidikan, menjadi dasar kompentensi dalam mengahadapi masa depan.

"Untuk itu pesan yang ingin disampaikan dari kegiatan ini agar seorang siswa yang nanti dewasa bisa atau mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, menanamkan dalam diri mereka untuk memilki life long learner, dengan terus menerus belajar memperbaharui pengetahuan dan yang utama menerapkan core competence yang dibutuhkan di masa depan," kata Antono.

 


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru