Loading
Trend media sosial naik, Instax tidak terganggu karena bisa digunakan untuk mempercantik konten mereka. (Net)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Meski tersaingi dengan hadirnya beragam media sosial yang menawarkan fitur-fitur foto dan gambar, Fujifilm Indonesia meyakini bahwa bisnis cetak foto masih menjanjikan.
Hal ini dibuktikan dengan dirilisnya kamera Instax, juga mesin cetak foto Instax yang dapat memproses foto digital menjadi foto cetak dari perangkat digital misalnya kamera atau ponsel.
"Trend media sosial naik, Instax tidak terganggu karena bisa digunakan untuk mempercantik konten mereka," kata Assistant Manager Marketing Consumer Printing Product Fujifilm Indonesia, Livia Setyabrata kepada Antara di peluncuran kamera X-T3 di Jakarta, Sabtu (22/9?2018).
Fujifilm menilai pemakaian kamera instan di kalangan muda Indonesia beriringan dengan pemakaian media sosial, pertumbuhannya bergerak ke arah yang positif dari waktu ke waktu. Anak muda sering memotret hasil foto kemudian mengunggahnya ke media sosial. "Mungkin karena orang terkenal di luar negeri juga pakai, jadi nilai tambah untuk medsos mereka," kata Livia.
Dalam penggunaan sehari-hari, kamera instan seperti Instax menyasar penggemar kerajinan tangan, misalnya membuat dekorasi dari foto atau mereka yang memang suka memajang foto.
Mengingat jumlah film yang terbatas dalam satu pak, satu pak berisi 10 film, pengguna Instax biasanya hanya mengabadikan peristiwa-peristiwa istimewa, misalnya saat bertemu dengan teman lama atau saat wisuda kelulusan kuliah.Tanpa menjelaskan lebih rinci, Livia mengaku pertumbuhan printer Instax cukup tinggi, dengan target penyuka fotografi yang ingin mencetak foto mereka secara instan.