Sabtu, 15 Agustus 2026

Google Siapkan Chip AI Baru untuk Gemini, Diklaim Bisa 10 Kali Lebih Efisien


  • Selasa, 21 Juli 2026 | 11:30
  • | Tekno
 Google Siapkan Chip AI Baru untuk Gemini, Diklaim Bisa 10 Kali Lebih Efisien Ilustrasi - Logo Google Gemini AI. ANTARA/google.com/am.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Persaingan teknologi kecerdasan artifisial (AI) memasuki babak baru. Google dikabarkan sedang mengembangkan chip AI generasi terbaru yang dirancang khusus untuk membuat model AI Gemini bekerja jauh lebih efisien. Jika pengembangannya berjalan sesuai rencana, chip ini dapat menjadi salah satu lompatan terbesar Google dalam membangun infrastruktur AI masa depan sekaligus memperkuat posisinya di tengah persaingan industri.

Laporan TechCrunch menyebutkan bahwa induk perusahaan Google, Alphabet, tengah mengembangkan chip server baru dengan nama internal Frozen v2. Chip tersebut ditargetkan mulai digunakan pada 2028.

Berdasarkan informasi dari sumber internal perusahaan, Frozen v2 diperkirakan mampu bekerja enam hingga sepuluh kali lebih efisien dibandingkan chip AI Google saat ini. Ukuran efisiensi tersebut dihitung dari jumlah token yang mampu dihasilkan untuk setiap unit daya yang digunakan, sehingga dapat memangkas konsumsi energi sekaligus meningkatkan performa sistem AI.

Meski demikian, Google belum mengonfirmasi maupun membantah laporan tersebut.

Dalam pernyataannya, Google hanya menegaskan bahwa perusahaan terus melakukan berbagai penelitian dan eksperimen untuk menghadirkan inovasi yang mampu memberikan performa terbaik sekaligus efisiensi maksimal bagi pengguna dan pelanggan.

Perusahaan juga menjelaskan bahwa tidak semua proyek penelitian akan berakhir menjadi produk komersial. Namun, proses eksplorasi tersebut merupakan bagian penting dalam pengembangan teknologi yang mengintegrasikan perangkat keras dan perangkat lunak sejak tahap awal.

Menurut Google, pendekatan tersebut memungkinkan seluruh sistem dioptimalkan secara menyeluruh sehingga mampu memenuhi kebutuhan komputasi AI yang semakin kompleks.

Tren Baru Industri AI

Pengembangan chip AI kustom kini menjadi strategi yang semakin banyak ditempuh perusahaan teknologi global. Selain meningkatkan efisiensi, langkah ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap pemasok chip eksternal yang selama ini mendominasi pasar.

Tingginya permintaan komputasi AI membuat perusahaan-perusahaan teknologi berlomba membangun ekosistem perangkat keras mereka sendiri. Efisiensi menjadi perhatian utama karena biaya pengembangan AI terus meningkat dan menjadi sorotan investor.

Selama beberapa tahun terakhir, NVIDIA masih menjadi pemain dominan dalam industri chip AI. Namun sejumlah perusahaan mulai mencari alternatif agar memiliki kendali lebih besar terhadap biaya, pasokan, dan pengembangan teknologi mereka dlansir Antara.

Persaingan Chip AI Semakin Ketat

Google bukan satu-satunya perusahaan yang bergerak ke arah tersebut. Pada Juni lalu, OpenAI memperkenalkan chip kustom pertamanya untuk kebutuhan inferensi AI yang diberi nama Jalapeño.

Sementara itu, Anthropic juga dilaporkan sedang menjajaki kerja sama dengan Samsung untuk mengembangkan chip AI mereka sendiri. Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa persaingan AI kini tidak hanya terjadi pada model bahasa, tetapi juga pada teknologi perangkat keras yang menjadi fondasinya.

Investor Sambut Positif

Pengembangan Frozen v2 juga dinilai dapat memperkuat strategi AI Alphabet yang selama ini membutuhkan investasi sangat besar.

Pada tahun ini Google berencana mengalokasikan belanja modal sekitar 180 miliar hingga 190 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp3.200 triliun untuk memperkuat infrastruktur AI dan pusat datanya.

Laporan mengenai chip baru tersebut ikut meningkatkan optimisme pasar. Setelah kabar itu beredar, saham Alphabet dilaporkan naik sekitar tiga persen pada perdagangan Senin pagi waktu setempat.

Apabila pengembangan Frozen v2 benar-benar terealisasi sesuai target, Google berpeluang memiliki salah satu infrastruktur AI paling efisien di industri, sekaligus memperkuat daya saing Gemini di tengah kompetisi AI global yang semakin ketat.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tekno Terbaru