Senin, 26 Januari 2026

Resmi! TikTok Bentuk Entitas Baru di Amerika Serikat


  • Jumat, 23 Januari 2026 | 14:00
  • | Tekno
 Resmi! TikTok Bentuk Entitas Baru di Amerika Serikat Ilustrasi - Logo TikTok terlihat di layar gawai pengguna. ANTARA/Livia Kristianti/am.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Platform berbagi video TikTok akhirnya merampungkan kesepakatan strategis terkait operasionalnya di Amerika Serikat. Induk perusahaan TikTok, ByteDance, secara resmi melepas mayoritas kepemilikan saham kepada konsorsium investor global demi memastikan aplikasi tersebut tetap beroperasi di Negeri Paman Sam.

Mengutip laporan Engadget, kesepakatan ini rampung menjelang tenggat waktu yang ditetapkan pemerintahan Presiden Donald Trump, yang sebelumnya mengancam akan melarang TikTok jika masih berada di bawah kendali perusahaan asal China.

Dalam struktur kepemilikan terbaru, ByteDance hanya memegang 20 persen saham pada entitas baru TikTok AS. Sementara itu, sekitar 80 persen saham dikuasai oleh para investor, termasuk Oracle, Silver Lake, dan perusahaan investasi milik Uni Emirat Arab, MGX, yang masing-masing mengantongi 15 persen saham. Konsorsium ini juga melibatkan perusahaan investasi milik CEO Dell.

CEO TikTok Shou Chew sebelumnya telah mengonfirmasi kesepakatan tersebut kepada karyawan internal. Ia menyebut pembentukan entitas baru ini sebagai langkah penting untuk memberikan kepastian hukum dan operasional jangka panjang bagi TikTok di Amerika Serikat.

“Kesepakatan ini memastikan TikTok dapat terus melayani komunitas kreator dan pengguna di AS dengan standar keamanan data yang lebih kuat,” ujar Shou Chew dalam pernyataan resmi perusahaan, seperti yang dikutip dari Antara, Jumat (23/1/2016).

Dengan rampungnya transaksi ini, TikTok mengakhiri proses negosiasi panjang yang berlangsung selama berbulan-bulan dan menghilangkan bayang-bayang larangan yang selama ini menghantui platform tersebut.

TikTok juga menegaskan bahwa perlindungan data pengguna Amerika Serikat akan diperkuat dengan memanfaatkan infrastruktur cloud Oracle yang berbasis di dalam negeri. Selain itu, algoritma TikTok untuk wilayah AS akan dilatih ulang menggunakan data lokal, sementara kebijakan moderasi konten sepenuhnya dikelola oleh entitas baru.

“Keamanan data dan transparansi menjadi prioritas utama kami. Operasional TikTok AS kini berada di bawah pengawasan yang lebih ketat dan independen,” demikian pernyataan resmi TikTok.

Meski demikian, TikTok memastikan interoperabilitas global tetap terjaga. Pengguna di Amerika Serikat masih dapat mengakses konten internasional, sehingga kreator tetap memiliki peluang menjangkau audiens global.

Perlindungan ini juga berlaku bagi aplikasi lain milik ByteDance yang beroperasi di AS, seperti CapCut dan Lemon8, termasuk sejumlah platform digital lainnya.

Entitas TikTok AS akan diawasi oleh dewan direksi beranggotakan tujuh orang, dengan mayoritas merupakan warga negara Amerika Serikat. Jajaran direksi tersebut mencakup Shou Chew, Co-CEO Silver Lake Egon Durban, Wakil Presiden Eksekutif Oracle Kenneth Glueck, serta Chief Strategy and Safety Officer MGX David Scott.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tekno Terbaru