Samsung Sinyalkan Harga Ponsel Berpotensi Naik, Biaya Memori Jadi Penyebab Utama


  • Jumat, 09 Januari 2026 | 15:30
  • | Tekno
 Samsung Sinyalkan Harga Ponsel Berpotensi Naik, Biaya Memori Jadi Penyebab Utama Ilustrasi Logo Samsung di salah satu gerai di pusat perbelanjaan. ANTARA/Sizuka

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Samsung memberi sinyal adanya kemungkinan kenaikan harga perangkat elektronik, termasuk ponsel pintar, seiring melonjaknya biaya produksi komponen, khususnya chip memori. Kondisi ini membuat produsen asal Korea Selatan tersebut berada dalam tekanan besar untuk menjaga keseimbangan antara harga dan daya saing.

Dikutip dari GSM Arena, Jumat (9/1/2026), Co-CEO Divisi Mobile Samsung TM Roh mengungkapkan bahwa perusahaan tengah menghadapi tantangan biaya yang semakin berat. Menurutnya, penyesuaian harga ponsel ke depan menjadi opsi yang sulit dihindari.

“Kami sedang berada dalam situasi harga yang sangat menantang. Dengan meningkatnya biaya komponen, penyesuaian harga perangkat, termasuk smartphone, bisa menjadi sesuatu yang tidak terelakkan,” ujar TM Roh saat diwawancarai di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026.

 Kenaikan Biaya Berdampak ke Banyak Produk

Samsung tidak hanya terdampak di lini ponsel. Kenaikan harga komponen juga berpengaruh pada produk lain seperti televisi dan perangkat pintar rumah tangga. Untuk itu, Samsung mengaku tengah bekerja sama dengan berbagai mitra rantai pasok guna mencari solusi jangka panjang.

Hal senada disampaikan Wonjin Lee, Kepala Pemasaran Global Samsung, dalam wawancara dengan Bloomberg. Ia menyebut perusahaan sedang mengkaji ulang strategi harga agar tetap relevan dengan kondisi ekonomi global saat ini.

 “Kami mempertimbangkan penyesuaian harga agar tetap selaras dengan dinamika ekonomi dan biaya produksi yang terus berubah,” kata Wonjin Lee, seperti yang dikutip dari Antara.

Persaingan Chip dan Tantangan Produksi

Divisi semikonduktor Samsung sempat menjadi produsen chip terbesar dunia pada 2024. Namun, pada 2025, posisi puncak untuk segmen memori diambil alih oleh pesaingnya, SK Hynix. Situasi ini membuat divisi ponsel Samsung menghadapi kesulitan mendapatkan chip memori dengan harga yang lebih kompetitif.

Di tengah tantangan tersebut, peluncuran Galaxy S26 menjadi momen krusial bagi Samsung. Apalagi, posisi Samsung sebagai produsen ponsel terbesar dunia kini tergeser oleh Apple, yang terdongkrak penjualan kuat iPhone 17.

Untuk menjaga daya saing, Samsung disebut mempertimbangkan menahan harga Galaxy S26 di beberapa negara tertentu agar tetap menarik di mata konsumen.

Fokus ke AI, Samsung Targetkan 400 Juta Perangkat

Selain isu harga, Samsung juga menyoroti pertumbuhan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI). Berdasarkan survei internal, tingkat kesadaran pengguna Galaxy terhadap fitur AI melonjak drastis dari 30 persen menjadi 80 persen hanya dalam satu tahun.

Samsung pun menargetkan pengiriman sekitar 400 juta perangkat berbasis AI sepanjang tahun ini, mencakup ponsel pintar, televisi, hingga peralatan rumah tangga.

Target tersebut diyakini akan menggandakan jumlah total perangkat Galaxy AI yang beredar di pasar global.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tekno Terbaru