Banggaku pada Flobamora: Merindukan Pemimpin Politik Milenial NTT


 Banggaku pada Flobamora: Merindukan Pemimpin Politik Milenial NTT Aktivis sosial dan budaya, Simply da Flores . (Foto: Istimewa)

Oleh: Simply da Flores

SYUKURKU atas terlahir sebagai generasi penerus di Bumi Flobamora. Kesadaran syukur ini setelah melewati umur 50 tahun, baik hidup di tanah kelahiran Flobamora, maupun ketika merantau - diaspora di berbagai wilayah NKRI dan luar negeri.

Semakin berada dan bergaul dengan sesama warga di luar Flobamora, ternyata semakin sering disadarkan tentang identitas budaya asal usul. Saya diyakinkan untuk menyadari dan berbangga akan identitas asal usul budayaku. Aku sudah ditakdirkan Sang Pencipta terlahir di Bumi Flobamora, menerima banyak hal dari komunitas adat budaya melalui orangtua, lalu diberi bekal untuk menganyam kehidupan di tengah berbagai suku bangsa lain di Indonesia bahkan dunia.

Sekarang, semakin kusadari perbedaan dan kekhasan identitas suku adat budaya adalah kekayaan, berkat serta kekuatan sejati dan kodrati, untuk kehidupan di tengah sesama dan alam lingkungan bumi ini.

Kekayaan Adat Budaya dan alam Flobamora

Ketika berjumpa dengan banyak suku adat budaya di perantauan, maka saya semakin menyadari siapa aku dan identitas pribadiku, sebagai anak penerus generasi Flobamora. Saya terlahir di Maumere - Flores NTT. Bersyukur bisa berkunjung ke seluruh Flores, Lembata Alor, ke Timor, Sabu, Rote Semau, dan juga ke Sumba Tanah Marapu. Wow .. indah dan kaya nya Bumi Flobamora-ku.

Di setiap pulau, yang dibuat akronim Flobamora, kutemui aneka suku adat budaya, dengan keunikannya dalam seluruh aspek budayanya. Ada tradisi ritual dan warisan kearifan leluhur, ada struktur sosial yang kuat dengan ikatan darah, ada tata hukum adat, ada ilmu dan teknologi ramah alam, ada catatan sejarah perjuangan membangun kesejahteraan, serta ada hasil kerajinan dan khasanah keseniannya.

Memang, tantangan zaman terus menggerus warisan tradisi adat budaya. Maka, untuk menjaga serta melestarikan kekayaan adat budaya, selalu ada gugatan dan juga contoh.

Misalnya ketika berkunjung ke Pulau Bali, Toraja, Dayak dan Batak

Ada penegasan bahwa semua kembali kepada komunitas adat budaya pemilik, apakah masih menjaga dan menghidupinya atau meninggalkan dan melupakan. "Kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi". Contohnya soal penggunaan bahasa ibu, bahasa adat budaya kampung halaman.

Selain itu, pesona alam lingkungan yang diwarisi dan dikelola, sungguh eksotik dan unik menyebar di seluruh jengkal Bumi Flobamora. Apalagi jika dilirik dengan mata pariwisata. Eksotik, unik dan tiada duanya di dunia. Manusia bertambah banyak, sumber daya alam lingkungan terbatas dan berkurang kapasitasnya.

Bagaimana harus bijaksana dan bertanggungjawab mengelolanya.

Ada contoh keunikan dan keistimewaan tiada duanya. Misalnya pesona gunung api, hamparan padang dan hutan sabana, Danau Kelimutu, Naga Komodo, gelora ombak pantainya dan masih banyak obyek alam lainnya. Apalagi berpadu dengan khasanah budayanya serta spirit hidup masyarakatnya.

Aku bersyukur dan berbangga terlahir sebagai penerus generasi Flobamora.

Yang menggelitik diriku adalah pertanyaan tentang apa yang bisa kulakukan untuk menyatakan syukur dan kebanggaan sebagai penerus generasi Flobamora.

Banyak saudara lain sudah berbuat dengan karyanya, baik di Bumi Flobamora atau dari daerah perantauan. Karya nyata membangun diri, keluarga, kampung halaman di Bumi Flobamora atau di tempat perantauan, adalah hal penting yang harus dihasilkan, sebagai ungkapan nyata syukur dan kebanggaan identitas budaya pribadiku. Aku generasi penerus adat budaya Flobamora.

Catatan Sejarah Kepemimpinan di NTT

Saat ini, Bumi Flobamora memiliki pemimpin adat budaya, pemimpin sosial, pemimpin agama dan pemimpin politik  Masing-masing pemimpin mempunyai peran dan pengaruh dalam kehidupan bersama semua masyarakat Flobamora.

Untuk pemimpin politik, Bumi Flobamora adalah bagian wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur. Sejak tahun 1958 hingga kini, sudah ada sejumlah pemimpin politik berkarya membangun Bumi Flobamora. Deretan tokoh Pemimpin itu memiliki program dan kerja keras demi kesejahteraan masyarakat, sesuai konteks dan kondisinya masing-masing. Gubernur El Tari, Ben Mboi, Fernandez, Musakabe, Piet Tallo, Leburaya dan Laiskodat, telah melakukan karya terbaiknya. Dan nasib masyarakat NTT ikut berkembang kesejahteraannya. Ada, penambahan wilayah administrasinya di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa hingga kini.

Dalam derap perjuangan membangun kesejahteraan masyarakat Flobamora di Propinsi ini, sering terdengar plesetan miris tentang NTT. NTT disebutkan dengan plesetan: Nasib Tidak Tentu, Nusa Termiskin dan Terkorup, Nelayan Tani Ternak, New Tourism Teritory, Nusa Tipu Tipu Apakah benar demikian adanya ? Seperti apakah kekuatan identitas adat budaya dan iman yang dimiliki masyarakat serta para pemimpin di Flobamora hingga di rantau? Siapa pembuat plesetan dan stigma demikian itu ?

Saya sendiri bertanya-tanya, karena kurang percaya dengan semua plesetan tersebut. Mungkin itu virus dari luar karena kepentingan tertentu; entah kepentingan politik atau ekonomi atau hal lainnya.

Mungkin juga plesetan demikian untuk memecah belah persaudaraan dan toleransi di Bumi Flobamora yang unik dan harmonis itu. Ya biarlah, bagiku lebih penting bangga dan syukur sebagai penerus generasi Flobamora dan berpikir positif.

Saya berpendapat bahwa kemajuan perjuangan membangun kesejahteraan rakyat di Bumi Flobamora harus disyukuri dan dibanggakan. Memang, belum sempurna dan ada banyak kendala serta masalah hukum. Namun, mengalami perbedaan 40 tahun lalu dengan keadaan sekarang, saya tegaskan bahwa sudah sangat banyak kemajuan. Sarana dan prasarana, akses pendidikan dan kesehatan serta terbukanya akses informasi hingga ke pelosok wilayah. Para pemimpin dan juga aparatur negara pun terus berbenah meningkatkan pelayanan publik. Sangat banyak hal positif dan kemajuan.

Belajar dari pengalaman perkembangan kesejahteraan di wilayah lain negeri ini, maka patut memiliki cara pandang yang arif bijaksana serta positif. Belajar dari pengalaman adalah baik dan penting. Tetapi membandingkan keadaan kita di Flobamora dengan wilayah lain di negeri ini, sangat perlu pikiran jernih dan positif. Misalnya, melihat keadaan kita di Flobamora, lalu banding dengan Papua, Bali dan Jakarta. Pasti berbeda dengan NTT, karena beda konteks dan kondisinya, serta sejarah berbeda. Maka, tidak pantas dan bijak menilai para pemimpin yang telah berkarya dan berbakti untuk Flobamora tercinta.

Mendambakan Pemimpin Politik Milenial NTT

Saat ini Propinsi NTT dijabat oleh Pejabat Sementara Gubernur, yang ditunjuk dari Pemerintah Pusat  Setelah Pemilu ini akan dilakukan lagi Pilgub untuk wilayah Propinsi NTT. Karena itu, tidak salah untuk mulai mendambakan dan mencari sosok Pemimpin Politik Milenial bagi kelanjutan Pembangunan di Bumi Flobamora - NTT.

Menurut saya, sosok pemimpin milenial yang ideal untuk Propinsi NTT ke depan adalah: Sosok pribadi yang bersemangat muda, energik dan berintegritas .

Pribadinya harus matang dan bersahaja, cerdas dan berbudi, berkekuatan iman dan spiritual, komitmen melayani rakyat NTT. Itu berarti, dia sudah selesai membangun kesejahteraan ekonomi dan sosial untuk dirinya dan keluarganya. Jadi, menjadi pejabat bukan untuk menumpuk harta dan kekayaan, lalu mengejar jabatan politik lebih tinggi lagi

Sosok yang mengenal dan dikenal masyarakat Flobamora, entah sedang di Flobamora atau di perantauan .

Dia dikenal karena karyanya dan relasi sosialnya yang baik selama ini, tidak harus dari kader Parpol. Karya bhakti nya menjadi bukti pembicaraan dan testimoni komitmen diri untuk membangun Flobamora. Dia sudah berbuat, bukan baru rencana berbuat bagi Flobamora, jika nanti terpilih sebagai Gubernur.

Apalagi mempromosikan diri sendiri kepada parpol atau media sosial, karena bernafsu menjadi pejabat.

Sosok yang lahir dari aspirasi masyarakat Flobamora, lalu dinilai dan didukung oleh Parpol peserta Pilgub, sehingga betul-betul dijamin kualitas dan komitmennya

Hal tersebut dilihat dari rekam jejak dan latar belakang kualitas pribadinya  dan pendidikan, jejak karier dan kemandiriannya, relasi sosial ekonomi serta jaringan aktivitas kehidupannya selama ini; baik di bumi Flobamora, maupun tingkat Nasional dan internasional.

Pribadi yang Paham Zaman Digital

Untuk menghadapi dan memanfaatkan perkembangan digital milenial ini, sosok calon pemimpin harus paham teknologi digital, bisa memanfaatkan maksimal untuk management sumber daya aparatur, sumber daya manusia rakyat NTT, serta sumber daya alam Bumi Flobamora

Untuk Pemimpin Politik Milenial di Propinsi NTT, perlu sosok handal dan bersemangat muda.

"Omong-omong tanpa kemampuan kerja adalah omong kosong

Kerja tanpa konsep cerdas dan berpihak pada rakyat adalah membuang waktu dan bukan Pemimpin Politik

Perpaduan membangun jiwa dan raga, manusia dan alam lingkungan adalah keharusan

Bukan hanya sarana dan pembagian sembako atau bantuan bencana"

Syukur dan bangga akan identitas sebagai penerus generasi adat budaya, memanggil kita untuk berbuat nyata bagi kemajuan kampung halaman. Hakikatnya kebudayaan dan manusia selalu dinamis dan berkembang. Namun, nilai dan prinsip luhur, perlu tetap dipegang teguh. Upaya melakukan karya, termasuk mendoakan dan mendambakan Pemimpin Politik milenial bagi Propinsi NTT, juga sebuah hal penting untuk dilakukan, sebagai tindak nyata syukur dan bangga pada Flobamora tercinta.

Semoga menjadi doa dan harapan serta perjuangan kita  bersama.

"Bae sonde Bae, Flobamora Lebe Bae".

Penulis adalah Aktivis Sosial dan Budaya. Tinggal di Jakarta.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Membangun NTT Terbaru