Loading
Presiden Pranowo Subianto menyampaikan pidato dalam agenda Peringatan Nuzulul Quran Tingkat Kenegaraan Tahun 1448 Hijriah/2026 Masehi, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/32026). ANTARA/Andi Firdaus
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perdamaian tidak akan tercipta dengan sendirinya. Menurutnya, menjaga kedamaian membutuhkan kerja keras, ikhtiar nyata, serta komitmen untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam peringatan Nuzulul Quran yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026) malam.
Dalam sambutannya, Presiden mengingatkan bahwa doa dan harapan memang penting, tetapi tidak cukup untuk menjaga perdamaian sebuah bangsa. Upaya nyata harus dilakukan melalui pembangunan yang mampu mengatasi kemiskinan, kelaparan, dan berbagai bentuk penderitaan masyarakat.
Baca juga:
Indonesia Tegas: Pemerintah Tolak Visa Atlet Senam Israel untuk Kejuaraan Dunia di Jakarta“Menjaga perdamaian tidak cukup hanya dengan berdoa dan berharap. Kita harus berikhtiar, bekerja keras untuk mencapai kesejahteraan dan keadilan,” ujar Prabowo.
Perdamaian Berawal dari Kesejahteraan
Menurut Presiden, perdamaian sejati hanya dapat terwujud jika negara mampu memastikan rakyat hidup dengan layak. Kemiskinan dan ketimpangan sosial, kata dia, sering menjadi akar berbagai konflik.
Karena itu, pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
Prabowo juga menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Negara ini, kata dia, dianugerahi sumber daya alam yang melimpah yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat.
“Kita harus menyadari bahwa perdamaian tidak mungkin turun begitu saja dari langit tanpa usaha. Kita semua harus bekerja keras, memanfaatkan karunia kekayaan alam yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.
Tanggung Jawab Negara Melindungi Rakyat
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menekankan bahwa para pemimpin memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk mengelola kekayaan bangsa secara adil dan bijaksana.
Ia mengingatkan bahwa tidak boleh ada rakyat yang hidup terlantar di negeri yang kaya sumber daya seperti Indonesia.
Prabowo juga menegaskan bahwa amanat konstitusi mengharuskan negara melindungi seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, maupun golongan.
“Semua warga negara harus dijaga, diurus, dan dibina oleh negara,” tegasnya.
Komitmen Indonesia untuk Perdamaian Dunia
Selain fokus pada kesejahteraan dalam negeri, Presiden juga menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif menjaga perdamaian global.
Menurutnya, Indonesia akan terus membangun persahabatan dan hubungan baik dengan semua negara sebagai bagian dari kontribusi terhadap stabilitas dan perdamaian dunia.
Dengan pendekatan tersebut, Prabowo berharap Indonesia tidak hanya menjadi negara yang damai di dalam negeri, tetapi juga berperan sebagai mitra yang membawa pesan perdamaian di tingkat internasional.