ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Update News

Parenting

Cara Sederhana Mengidentifikasi Passion dan Talent Anak

Senin , 27 September 2021 | 09:30
Cara Sederhana Mengidentifikasi Passion dan Talent Anak
Pembelajaran di rumah (Net)
POPULER
Ciptakan Rekor Lelang, Sepatu Kets Michael Jordan terjual Rp21 miliar

JAKARTA, ARAHKITA.COM  - Satu hal yang menjadi fokus orangtua dalam mendampingi anak selama melalui masa tumbuh kembangnya adalah mengenali minat dan bakat mereka. Dengan mengenali minat dan bakat anak sejak dini, maka orangtua dapat dengan mudah mengarahkan secara tetap sesuai dengan usia dan kemampuan yang dimiliki. Bahkan ditengah kecemasan pandemi COVID-19 ini pun, peran orangtua diharapkan menjadi ‘pengajar utama’ dalam mengembangkan kreativitasnya. Dalam acara “Curhat Parenting” yang digelar Golden Homeschooling, pada Sabtu (25/9) lalu, Consultant dan Master Coach NLP, Frans Lepong, mengingatkan pentingnya memahami dam membimbing bakat dan minat anak, meski di masa pandemi.

Dalam seminar online bertajuk  Identifikasi Passion & Talent Anak tersebut, Frans mengungkapkan bahwa perhatian dan motivasi orangtua dalam membangun rasa percaya diri pada anak, menjadi bekal yang sangat bermanfaat hingga mereka dewasa nanti. Misalnya, dengan memberikan keyakinan dan bukti konkrit yang diterimanya dari lingkungan. “Misalnya, mendampingi anak-anak membuat kreativitas, dengan keyakinan bahwa mereka bisa melakukannya dan pada akhirnya bisa memanfaatkannya. Anak memerlukan keyakinan dan bukti yang bisa meningkatkan kepercayaan pada dirinya bahwa mereka mampu,” papar Frans.

Menurutnya, di masa pandemi saat ini, tentu orangtua semakin dekat dengan anak selama di rumah. Melalui aktivitas belajar online dari rumah, membuat orangtua diharapkan dapat terlibat dalam aktivitas belajar bersama anak. Sehingga tentunya menjadikan orangtua lebih mengenali minat dan bakat anak pada jenis pelajaran tertantu. “Mengetahui potensi anak tentunya merupakan hal penting bagi orangtua. Dengan mengidentifikasi minat, bakat dan kemampuan anaknya, maka sang anak dapat diarahkan dan berkembang sesuai dengan optimal sesuai dengan karunia yang dimilikinya,” lanjut Frans.

Beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua adalah misalnya dengan memberikan stimulus atau rangsangan pada anak untuk bisa lebih bereksplorasi terhadap diri dan lingkungan. Orangtua dapat memulai dengan memberi kesempatan pada anak mengenal berbagai macam bentuk kegiatan, olahraga ringan di dalam rumah, melakuan hobi yang disukai bersama secara indoor, bermain musik sederhana, atau berbagai jenis pekerjaan yang dilakukan bersama dan di dalam rumah. Tentunya hal ini perlu dilakukan dengan menggunakan pendekatan ringan dan menyenangkan sesuai usia anak.

Kegiatan pendampingan lainnya yang bias dilakukan orangtua selama anak belajar online dirumah adalah mengamati tingkah laku anak. Meski virus Corona masih menjadi ancaman, orangtua masih tetap berinovasi dengan melakukan observasi sederhana pada jenis kegiatan apa anak merasa senang, ingin melakukan berulangkali, atau merasa tertarik sehingga selalu ingin tahu lebih banyak. Misalnya dengan melakukan permainan edukatif secara bersama.

Hal lainnya, dengan memperhatikan kecerdasan anak. Tidak ada anak yang tidak cerdas. Setidaknya ada 9 jenis kecerdasan dimiliki anak, yaitu kecerdasan bahasa, kecerdasan logika matematika, kecerdasan visual spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalis dan kecerdasan ekstensial. Sembilan kecerdasan ini sering disebut sebagai kecerdasan majemuk (multiple intelligence) hasil penelitian Dr Howard Gardner, Harvard University. Teori ini dapat digunakan sebagai bahan acuan orangtua dalam menggali minat dan bakat anak. Bisa saja seorang anak tidak cakap dalam berhitung tapi sangat lincah dalam gerak dan olah tubuhnya, sehingga ia sangat berbakat di kegiatan olahraga seperti senam (gymnastic).

Dan peran orangtua yang lainnya adalah mengembangkan potensi anak. Setelah mengetahui gaya belajar dan kecerdasan anak, inilah saatnya orangtua mengembangkan potensi anak agar kelak memiliki bakat yang menghantarkan sang anak meraih kesuksesan. Tentunya anak akan menyukai setiap proses belajar yang dilalui, pada saat inilah orang tua wajib memotivasi anak agar selalu semangat mengasah kecerdasannya melalui materi-materi yang orangtua berikan.

Cara yang paling sederhana adalah memberikan materi online yang dapat dengan mudah diakses dan ditemukan oleh orangtua. Diantaranya memberikan materi belajar melalui lembaga pendidikan homeschooling yang umumnya menyediakan berbagai program untuk seluruh minat dan bakat anak. “Keberadaan  homeschooling bisa menjadi tempat belajar bagi anak-anak selama mereka masih harus belajar secara online karena belum boleh sekolah secara tatap muka,” ungkap Frans.

 

Editor : Maria L. Martens
KOMENTAR