ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Update News

Parenting

Ketika Orang Tua Menjadi ‘Mama Guru‘ di Rumah,Temani Anak Belajar Daring

Sabtu , 17 Oktober 2020 | 16:00
Ketika Orang Tua Menjadi ‘Mama Guru‘ di Rumah,Temani Anak Belajar Daring
Agnes Fitrina, Guru di sekolahan Theresia, Depok mendampingi putrinya Maria Angela Prisca Rajalewa yang disapa Icha, siswi kelas 3 SD Santa Theresia, Depok, Jawa Barat belajar daring di rumah. (Foto-Foto: Istimewa)
POPULER
Presiden Tegaskan Sumpah Pemuda Membawa Energi Positif Persatukan Bangsa

ORANGTUA dituntut memfasilitasi kebutuhan belajar daring anak di rumah. Konsekuensinya orangtua menyediakan gadget/notebook atau berbagi gadget dengan anak. Ada tambahan pengeluaran untuk beli paket data. Orangtua yang WFH harus mampu dalam mengelola dan membagi antara mengerjakan tugas di rumah dan mendampingi anak dalam belajar di rumah. Orangtua berperan sebagai guru bagi anaknya?

Orangtua yang memiliki profesi sebagai pendidik (guru, dosen, ustadz dan lain lain) secara psikologis lebih siap. Seperti halnya Agnes Fitrina, Guru di sekolahan Theresia, Depok, Jawa Barat yang juga ibu dari Maria Angela Prisca Rajalewa yang disapa Icha, siswi kelas 3 SD Santa Theresia, Depok, Jawa Barat.

Latar belakang pendidikan ortu yang memadai (diploma ke atas) menunjang orangtua dalam mendampingi dan mengajar anaknya.

Kemauan orangtua untuk belajar dan siap menjadi guru. Semakin tinggi kemauannya orangtua akan siap menjadi guru bagi anaknya.

Sebagai 'Mama Guru' Agnes Fitrina mendiskusikan dengan anak masalah:
a. perubahan jadwal belajar;
b. Fasilitas apa yang dibutuhkan;
c. bentuk pendampingan apa yang diperlukan.

Pasangan orangtua (ayah dan bunda) berbagi tugas dan peran dalam mendampingi dan mengajari anak di rumah. Orangtua harus mengatur waktu antara bekerja di rumah (WFH), mengerjakan tugas-tugas domestik dan mendampingi anak belajar.

Baca juga: Angela Prisca Kangen Sama Teman-teman,"Saya Pingin Peluk Mereka"

Orangtua belajar perlu menambah wawasan pengetahuan terkait cara mendidik anak yang efektif dan materi pelajaran anak. Ciptakan rumah sebagai tempat yang nyaman untuk belajar dan menyediakan beberapa alternatif tempat di sekitar rumah agar anak tidak bosan dalam belajar. Berikan fasilitas belajar, media pembelajaran anak yang cukup layak termasuk koneksi internet.

Icha dan Mamanya-2

Agnes Fitrina, Guru di sekolahan Theresia, Depok mendampingi putrinya Maria Angela Prisca Rajalewa yang disapa Icha, siswi kelas 3 SD Santa Theresia, Depok, Jawa Barat belajar daring di rumah. (Foto: Istimewa)

Agnes Fitrina kepada media ini menjelaskan efek plus dari pembelajaran daring di tengah pandemi COVID-19 adalah:
1. Menghindarkan anak/siswa dari terpaparnya COVID-19 ini di lingkungan sekolah. Karena interaksi anak² dilingkungan sekolah yang tidak dapat di pantau secara baik oleh pihak sekolah.

2. Anak/siswa tetap dapat belajar/mengikuti pelajaran secara mandiri walaupun kondisinya tidak sama seperti belajar di kelas/sekolah

Sedangkan sisi minusnya adalah:
1. Orang tua harus membagi/mengatur waktu antara menemani anak belajar daring dan atau harus bekerja/ ke kantor.

2. Keterbatasan waktu interaksi antar guru dan murid/siswa dan koneksisitas jaringan internet yang kurang stabil, sehingga penjelasan dan pendalaman materi pelajaran kurang maksimal. Oleh karena itu, orang tua harus menyiapkan waktu extra untuk memberikan penjelasan tambahan jika ada pertanyaan dari anak atas meteri yang belum dia paham/mengerti dgn membantu menyelesaikan tugas-tugasnya.

3. Secara mental, anak kurang bahagia, karena situasi yg monoton hnya melihat hp/laptop saja dan tidak dapat berinteraksi langsung dengan teman² dan guru secara langsung

4. Aktifitas anak tidak terpantau secara maksimal oleh guru dan orang tua.

Editor : Farida Denura
KOMENTAR